BOALEMO (JM) – Suasana khidmat sekaligus penuh duka menyelimuti pelaksanaan ibadah salat tarawih berjamaah di Masjid Al-Hidayah, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Wonosari, pada malam ke-13 Ramadan, Senin (02/03/2026).
Agenda Safari Ramadhan yang digelar oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, bersama Tim Mobile II ini sejatinya merupakan upaya mempererat tali ukhuwah islamiyah antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus memastikan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya. Namun, momen tersebut juga menjadi ruang penghormatan atas berpulangnya salah satu putra terbaik bangsa.
Di hadapan para jamaah, Wakil Bupati Lahmuddin Hambali menyampaikan kabar duka atas wafatnya Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Try Sutrisno, yang dikabarkan meninggal dunia pada pagi hari pukul 07.00 WIB.
“Beliau adalah orang baik yang selalu didayagunakan oleh pemerintah siapapun pimpinannya. Keilmuan dan ketokohannya terus dimanfaatkan demi kepentingan negara hingga akhir hayatnya,” ujar Lahmuddin dalam sambutannya.
Beliau mengenang almarhum sebagai tokoh nasional yang memiliki rekam jejak dan jasa luar biasa bagi NKRI, mulai dari karier militernya yang cemerlang di TNI, menjabat sebagai Panglima, menjadi ajudan Presiden Soeharto, hingga menduduki kursi Wakil Presiden RI.
Instruksi Pengibaran Bendera Setengah Tiang
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan tanda berkabung nasional, Sekretariat Negara telah mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh lapisan masyarakat—mulai dari tingkat pemerintah desa, kecamatan, hingga provinsi—untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang pada hari berikutnya.
Selain pengibaran bendera, Lahmuddin juga mengimbau seluruh masyarakat Boalemo untuk melaksanakan doa bersama demi kelapangan kubur almarhum. Berdasarkan informasi resmi, jenazah Bapak Try Sutrisno telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada siang hari setelah salat Zuhur, atas permintaan langsung dari Presiden Republik Indonesia.
Menutup arahannya, Wakil Bupati Boalemo mengajak seluruh jamaah yang hadir—termasuk unsur pimpinan daerah yang mendampingi seperti perwakilan Dinas Perhubungan, Camat, Kapolsek, serta tokoh masyarakat setempat—untuk bersama-sama menundukkan kepala dan membacakan Surah Al-Fatihah demi menghantarkan kepergian sang negarawan ke hadirat Allah SWT. (JM)
























