Home / Parlemen

Senin, 14 Juli 2025 - 19:47 WITA

Logo Gorontalo Half Marathon Diduga Plagiat, Komisi I DPRD Soroti Proses Pembuatan

Femi M. Udoki Anggota komisi I Deprov Gorontalo. (Foto: JM)

Femi M. Udoki Anggota komisi I Deprov Gorontalo. (Foto: JM)

GORONTALO (JM) – Logo Gorontalo Half Marathon yang baru saja diluncurkan menuai sorotan setelah diduga memiliki kemiripan dengan logo milik perusahaan asal Australia. Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, Femmy Udoki, menyayangkan jika dugaan tersebut terbukti sebagai bentuk plagiasi.

“Jika benar ini adalah hasil plagiasi, tentu sangat disayangkan,” ujar Femmy usai mengikuti rapat kerja Komisi I pada Senin (14/07/2025).

Femmy menilai, pembuatan logo untuk sebuah kegiatan berskala besar seperti Gorontalo Half Marathon semestinya dilakukan melalui mekanisme sayembara guna melibatkan partisipasi publik dan menggali potensi desainer lokal.

“Biasanya logo untuk event sebesar ini dibuat melalui sayembara, sehingga ada nilai artistik dan filosofi yang dibangun dari bawah. Apalagi kita tahu Gorontalo punya banyak SDM yang mumpuni dalam hal desain, kenapa tidak diberdayakan saja?” ujarnya.

Ia juga menyoroti pernyataan Gubernur Gorontalo yang sebelumnya menyebut logo tersebut memiliki filosofi mendalam, namun kini justru dihadapkan pada isu kemiripan dengan logo asing.

“Yang lebih mengkhawatirkan, logo ini kabarnya sudah didaftarkan ke Kemenkumham dan telah memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Maka kami akan pertanyakan bagaimana proses verifikasi tersebut bisa lolos jika ternyata logo ini diduga menjiplak desain lain,” tegas Femmy.

Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Gorontalo, Danial Ibrahim, menyatakan bahwa tidak ada unsur plagiasi dalam pembuatan logo tersebut. Ia menjelaskan bahwa desain dibuat secara internal oleh tim IT panitia dengan pertimbangan efisiensi anggaran.

“Desainnya mengandung unsur lokal dan dirancang sendiri, tidak mengambil dari mana-mana,” ujar Danial saat dikonfirmasi melalui WhatsApp.

Danial menyebut perbedaan mendasar antara logo Gorontalo Half Marathon dan logo perusahaan Australia yang dimaksud terletak pada bentuk huruf.

“Logo dari luar negeri itu mengarah ke huruf C (Catalyst Central), sedangkan logo kita jelas mengarah ke huruf G yang merepresentasikan kata ‘Gorontalo’,” jelasnya.

Meski demikian, pihak Dispora membuka ruang evaluasi atas kritik yang muncul. Danial mengatakan bahwa persoalan ini akan dibawa ke forum internal dan dikonsultasikan lebih lanjut dengan Kemenkumham.

“Kritik dan saran dari masyarakat akan kami jadikan bahan evaluasi. Kami terbuka untuk mendiskusikan hal ini lebih lanjut demi menjaga marwah kegiatan dan kredibilitas pemerintah daerah,” tutupnya.

Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo sendiri berencana memanggil pihak Dispora untuk mendalami lebih lanjut persoalan ini, termasuk memverifikasi legalitas HAKI logo yang telah didaftarkan.

Share :

Baca Juga

Parlemen

Komisi I DPRD Gorontalo Soroti Minimnya Anggaran Statistik dan Minta Efisiensi Belanja Pemerintah

Parlemen

Fraksi Gerindra Soroti Penurunan Pendapatan Daerah Pada Paripurna RAPBD Boalemo 2026

Parlemen

Lahmudin Dukung Kehadiran PT. Kreatif Gemilang Utama di Boalemo

Parlemen

Thomas Mopili Apresiasi Pelestarian Musik Keroncong di Hari Pahlawan

News

Ketua DPRD Boalemo Dukung Sekolah Tatap Muka

Parlemen

Ketua Komisi II Beni Nento Desak Pemerintah Segera Terbitkan Izin Pertambangan Rakyat

Parlemen

DPRD Gorontalo Sahkan Ranperda RPJMD 2025–2029 Jadi Peraturan Daerah

Parlemen

BK DPRD Gorontalo Tegaskan Komitmen Tuntaskan Kasus Dugaan Pelanggaran Etik Anggota Dewan