Pimpinan DPRD Kabupaten Boalemo dan Sekwan (Iklan)

Home / Kabupaten Boalemo

Senin, 26 April 2021 - 11:15 WITA

Dikes Boalemo Klarifikasi Tudingan Kematian JA Disebabkan Ikut Vaksin Covid-19

Kantor Dinas Kesehatan KabupatenBoalemo.

Kantor Dinas Kesehatan KabupatenBoalemo.

BOALEMO (JM) — Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo meluruskan informasi yang beredar di masyarakat yang bersumber dari beberapa media di wilayah Boalemo, terkait meninggalnya JA, salah seorang staf di Dinas Kesehatan Boalemo yang diduga diakibatkan Vaksinasi Covid 19, ditanggapi Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Senin (26/04/2021).

Dimana, dalam Press Release dr. Roni H. Imran selaku Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat menyanggah bahwa kematian yang dialami salah satu tenaga honorer di Dinas Kesehatan itu bukan diakbitkan karena menerima Vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada 9 April lalu.

“Vaksinasi tahap pertama diterima Almarhum itu pada tanggal 9 februari 2021 dan setelah itu untuk tahap kedua diterima pada tanggal 23 Februari, demikian Vaksinasi ini sudah 2 bulan berlalu” Ungkap dr. Roni yang juga sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesi (IDI) Cabang Boalemo.

Baca Juga  Kadis Irwan Minta Guru Implementasikan Kurikulum Merdeka Dengan Menyusun RPP Berdiferensiasi

Kepada awak media dr. Roni menjelaskan bahwa adanya seorang yang mengalami Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) itu 28 hari setelah pelaksanaan Vaksinasi tahap kedua. Oleh karena itu meninggalnya almarhum tidak ada hubungannya  dengan pelaksanaan kegiatan vaksinasi.

“Usai menerima Vaksin almarhum dilakukan pemantauan secara intensif selama 30 menit, dan tidak ditemukan keluhan atau mengalami gelaja KIPI, sehingga di nyatakan sehat,” jelasnya.

Kata Ketua IDI Boalemo, mengenai riwayat penyakit almarhum, setelah di laksanakan screening oleh Tim Vaksinotor, di nyatakan bahwa Almarhum lolos dan layak untuk menerima Vaksin.

Baca Juga  Begini Pesan Sekda Sherman Saat Buka Rakor Forum Kewaspadaan Dini Daerah

“Walaupun peserta Screening Vaksin memaksa untuk di vaksin tetapi kalau tidak memenuhi syarat maka pasti akan di tolak oleh Tim Vaksinotor. Perlu di ketahui bahwa Standar Operasional untuk pelaksanaan vaksinasi sangat ketat untuk melindungi masyarakat dari Covid 19,” papar Roni.

Tak hanya itu, dr. Roni juga mengharapkan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak muda terprovokasi dengan adanya isu miring tersebut. “Saya berharap kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap mengikuti Protokol Kesehatan, Dan di himbau untuk mencari dan mengakses informasi tentang Covid 19 dan Pelaksanaan Vaksinasi dari Pemerintah atau sumber Terpercaya Lainnya,” tukasnya. (noval)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Boalemo

Sherman Moridu Serahkan 2 Rumah Layak Huni Kepada Warga Melalui Program Baznas

Daerah

Supandra Buka Rapat Forum Komunikasi Intensif antara Pemkab Boalemo dan BPJS Provinsi Gorontalo

Kabupaten Boalemo

Bupati Anas Jusuf Buka Lomba Senam Goyang Tolotidi

Kabupaten Boalemo

Diskumperindag Diminta Seriusi Sertifikasi Produk Halal, Menjadi Kebutuhan Pelaku UMKM

Kabupaten Boalemo

Penjabup Hendriwan Sambut Investor Pariwisata, Bakal Kelola 2 Pulo di Kecamatan Tilamuta

Kabupaten Boalemo

Pengurus PAPDESI Boalemo Silaturahim Dengan Pj Bupati Hendriwan, Tegaskan Hal Ini

Kabupaten Boalemo

Pemkab Boalemo Siap Maksimalkan Vaksinasi Covid-19, Libatkan Peran ASN

Kabupaten Boalemo

Asisten II Fatlina Podungge Terima Mahasiswa KKD Universitas Muhammadiyah Gorontalo