Home / Parlemen

Selasa, 19 April 2022 - 14:36 WITA

Apresiasi Pasar Senggol, DPRD Pohuwato Ingatkan Pemda Soal Pungli

Nasir Giasi

Nasir Giasi

POHUWATO (JM) – Pasca dibuka oleh Bupati Kabupaten Pohuwato melalui Kepala Dinas Perindag Ibrahim Kiraman, aktifitas jual beli di pasar senggol di Kabupaten Pohuwato di bulan suci ramadan dipadati penjual dan pembeli.

Menyikapi hal ini, Ketua DPRD Pohuwato Nasir Giasi kembali mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk mengambil alih penuh pelaksanaan pasar senggol tersebut.

Sebab selain menggairahkan ekonomi masyarakat, pelaksanaan pasar senggol juga diharapkan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kita berharap pasar senggol ini diatur sepenuhnya oleh Dinas terkait. Karena kita melihat dari tahun – tahun sebelumnya itu ada pungli di dalamnya, makannya pemerintah harus mengatur penuh pelaksanaan pasar senggol ini,” tutur Nasir Giasi saat diwawancara awak media, Selasa (19/4/2022).

Selanjutnya Ketua DPRD Nasir Giasi menegaskan, mendukung pelaksanaan pasar senggol di Pohuwato. Namun Nasir mengingatkan Pemkab Pohuwato, untuk meminimalisir terjadinya dugaan pungli di pasar tersebut.

“Jangan serahkan pengaturan pasar senggol itu dkepada pihak ketiga. Ini adalah salah satu tugas Dinas Perindagkop mengatur pasar, dan pasar senggol bagian dari pasar rakyat,” pesan Ketua DPRD Nasir Giasi. (eki)

Share :

Baca Juga

Parlemen

Erwin Ismail:Pemuda Harus Tentukan Sikap, Masa Depan Gorontalo di Tangan Kalian

Parlemen

Tak Ada yang Ditutupi, DPRD Boalemo Buka Akses Penuh untuk Kejaksaan

Parlemen

Harijanto Mamangkey Gotong Royong Bangun Rumah Mahayani Warga Dimito Wonosari

Parlemen

Komisi I Deprov Gorontalo Tinjau Persoalan Dana Desa di Pilohayanga

Parlemen

Komisi I dan II Deprov Gorontalo Konsultasi ke BKN, Bahas Status Tenaga Pendamping Koperasi

Kabupaten Pohuwato

Komisi III Soroti Pekerjan Pembangunan Rumah Bantuan Komunitas Layak Huni, Pekerjaan Belum Dimulai

Parlemen

Mahmud Daud Dukung Program Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Parlemen

DPRD Gorontalo Dukung Revitalisasi Bahasa Daerah