GORONTALO (JM) — Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo, Ridwan Monoarfa, mendesak Pemerintah Provinsi agar proyek pembangunan besar di Bulango Ulu yang menelan anggaran triliunan rupiah tidak hanya difokuskan pada aspek infrastruktur, tetapi juga dimanfaatkan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat dan destinasi wisata unggulan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Ridwan usai menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) di Hulontalo Ballroom Hall C, Kamis (16/10/2025).
Ridwan menegaskan pentingnya perencanaan matang pasca pembangunan rampung, khususnya bagi masyarakat yang terdampak relokasi.
“Bulango Ulu yang habiskan triliunan itu kan jelas masyarakat pindah, disisikan. Nah, setelah dibangun, disiapkan nggak itu untuk UMKM, untuk persiapan daerah turis, dan begitu pikirnya,” ujar Ridwan.
Ia berharap kawasan Bulango Ulu nantinya tidak hanya menjadi infrastruktur monumental, tetapi juga mampu menghadirkan pemandangan alam yang indah dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Orang ingin lihat Bulango Ulu itu indah sekali. Di sana ada lereng-lereng gunung yang tertata rapi, dan itu punya potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Ridwan juga mendorong pemerintah daerah agar menata sarana dan prasarana penunjang yang dapat menarik minat wisatawan, seperti jalur sepeda, pedestrian, dan fasilitas publik lainnya.
“Misalnya disiapkan jalan yang bagus, jalur sepeda, atau tempat orang bisa jalan kaki lima kilo ke Bulango Ulu. Itu bisa jadi daya tarik tersendiri,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa peran politisi daerah sangat penting dalam memastikan proyek besar seperti Bulango Ulu tidak hanya menjadi tontonan masyarakat, tetapi benar-benar memberi manfaat ekonomi bagi warga.
“Ini tugas politisi di situ sebenarnya. Proyek bangun, masyarakat jangan cuma jadi penonton. Harus dipikirkan di mana tempat UMKM, bagaimana rakyat bisa beraktivitas ekonomi di sekitar proyek,” tegasnya.
Menurut Ridwan, pembangunan Bulango Ulu tidak semata-mata untuk kepentingan pertanian, namun juga harus menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian alam.
“Itu bukan sekadar untuk pertanian, tapi lingkungan yang dibangun itu harus terasa. Kita akan kagum pada kemurahan Tuhan, dan dari situ lahir cinta terhadap alam. Kalau hutan digunduli, habis air kita,” terangnya.
Sebagai penutup, Ridwan mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi untuk melobi agar proyek strategis nasional tersebut mendapat perhatian dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan diresmikan secara langsung.
“Mau diusahakan Pak Prabowo resmikan Bulango Ulu. Tadi kita sudah bincang-bincang, lobby-lobby dengan Pak Gubernur,” pungkas Ridwan.
























