TILAMUTA (JM) – Gedung Afifa Gafar menjadi saksi bisu khidmatnya gelaran Khatam Raya se-Kabupaten Boalemo yang diinisiasi oleh DPD AGPAI Boalemo pada Selasa (12/5). Di hadapan ratusan siswa, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan orang tua, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menegaskan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar tugas di atas kertas, melainkan misi bersama.
Dalam pidatonya, Lahmuddin menggarisbawahi bahwa kesuksesan seorang anak tidak bisa hanya digantungkan pada pundak sekolah. Ia menyerukan adanya “satu visi” yang mengikat seluruh elemen masyarakat.
“Pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari Kepala Sekolah, guru, pemerintah kecamatan, desa, hingga orang tua harus berjalan beriringan,” tegas Lahmuddin.
Beliau menambahkan bahwa penguatan nilai religius, termasuk pembiasaan etika berpakaian yang sesuai dengan norma kearifan lokal, harus menjadi fondasi utama di lingkungan pendidikan.
Di balik selebrasi khatam Al-Qur’an tersebut, Wakil Bupati terselip pesan peringatan yang serius. Menanggapi meningkatnya laporan kasus kekerasan dan pelecehan terhadap anak di daerah, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Peran Keluarga: Orang tua didorong untuk menjadi garda terdepan dalam pengawasan.
Lingkungan Aman: Menciptakan ekosistem yang sehat dan penuh kasih sayang guna menjauhkan anak dari pengaruh negatif sosial.
Komitmen Pemda: Pemerintah daerah terus memantau laporan persoalan sosial demi perlindungan generasi penerus.
Menutup rangkaian acara, Lahmuddin memberikan apresiasi tinggi kepada DPD AGPAI Boalemo. Ia berharap Khatam Raya ini bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momentum untuk melahirkan Generasi Qurani yang religius sekaligus berprestasi.
Dengan adanya kegiatan ini, Boalemo optimis dapat mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang kokoh untuk membangun daerah di masa depan. (JM)
























