BOALEMO (JM) – Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, secara resmi membuka kegiatan Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), dan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Acara tersebut berlangsung pada Jumat (22/5) di Cabana Resto Bolihutuo.
Dalam sambutannya, Lahmuddin menegaskan bahwa seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Kabupaten Boalemo wajib memenuhi standar sarana, prasarana, dan alat kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Guna mendukung standardisasi tersebut, Kementerian Kesehatan telah menghadirkan Aplikasi Sarana, Prasarana, dan Alat Kesehatan (ASPAK).
Menurut Lahmuddin, ASPAK merupakan instrumen krusial dalam memetakan kebutuhan fasyankes. Aplikasi ini juga berfungsi mendukung penyusunan perencanaan pembangunan layanan kesehatan agar lebih terarah serta terukur.
“Data dasar dalam pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan dapat diambil melalui ASPAK. Karena itu, data yang dimasukkan harus benar-benar sesuai kondisi di lapangan agar tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan kebijakan,” ujar Lahmuddin.
Lebih lanjut, Lahmuddin menjelaskan bahwa keakuratan data ASPAK menjadi salah satu syarat mutlak dalam pengajuan usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan. Oleh karena itu, ia meminta seluruh fasilitas kesehatan rutin melakukan pembaruan (updating) data minimal dua kali dalam setahun, yang kemudian divalidasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten.
“Validasi data sangat penting agar informasi yang tersaji benar-benar sesuai kondisi terbaru. Ini akan mempengaruhi proses perencanaan hingga penganggaran sarana dan alat kesehatan,” jelasnya.
Di akhir sambutannya, Wakil Bupati juga mengimbau seluruh pengelola barang dan aset, baik di Puskesmas maupun Labkesmas, untuk menjaga dan memelihara sarana prasarana kesehatan secara maksimal.
Ia menekankan pentingnya penginputan data ASPAK yang berkelanjutan dan dinamis, terutama jika terjadi perubahan di lapangan—seperti: Penambahan alat medis baru, Penghapusan atau pemindahan aset dan Kerusakan fasilitas kesehatan.
“Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik agar memahami tata cara pengoperasian aplikasi dan mampu melakukan updating data secara benar,” pungkas Lahmuddin. (JM)
























