Boalemo (JM) – Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu pimpin apel kerja awal bulan dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo, yang dilaksanakan di alun-alun Tilamuta, Senin (4/9).
Selain dihadiri oleh para pejabat dilingkungan Pemkab Boalemo, Apel ini juga turut diikuti oleh ratusan ASN dan tenaga honorer dilingkup Pemkab Boalemo.
Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu menyampaikan bahwa apel awal bulan sudah menjadi kewajiban kita sebagai pelayan masyarakat.
“Hal ini jadi pemicu semangat kita dalam menjalani suatu pekerjaan untuk satu bulan kedepan. sehingga melahirkan tindakan dan kinerja terbaik bagi masyarakat Kabupaten Boalemo.” Ujar Sherman Saat memberikan pengarahan.
Pada kesempatan tersebut, Sherman Moridu juga berpesan agar seluruh pimpinan OPD, serta Pejabat Struktural dan fungsional, agar bisa memiliki pemahaman yang kuat tentang perkembangan teknologi digital dan tren terbaru.
“Gunakan teknologi digital untuk mengidentifikasi peluang baru, mengatasi tantangan dan merancang strategi yang akan membawa organisasi lebih maju di masa depan” pintanya.
Selain itu, para pegawai juga dituntut utuk terus memperbaiki kinerja dalam melayani masyarakat, sehingga bisa memberikan dampak positif pada jalannya roda pemerintahan.
“Kinerja Pemerintah salah satunya di ukur dari pelayanan kepada masyarakat. Semakin tinggi nilai pelayanan publik,maka semakin baik kinerja Pemerintah. Namun jika pelayanan publik tidak baik,maka menunjukan kinerja Pemerintahan yang tidak maksimal.” Tutup Sherman.
Selain itu,Penjabat Bupati Boalemo Dr.Sherman Moridu,S.Pd,MM menyampaikan bahwa Pemerintah Kab.Boalemo telah mengalokasikan anggaran kesehatan sesuai dengan mandatori spending dan tahun 2023 sebesar 24,81% dari APBD diluar gaji.Anggaran Bidang Pendidikan 29,56 % dari APBD dan infrastruktur pelayanan publik sebesar 38,58 %. Dengan alokasi anggaran yang sesuai dengan pedoman dari Pemerintah Pusat,maka seharusnya Pemerintah Daerah harus bisa mewujudkan target nasional diantaranya penurunan angka stunting sampai dengan 14 % dan kemiskinan ekstrim 0 % diakhir tahun 2024.
























