BOALEMO (JM) – Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Rum Pagau meluncurkan Program Sapi Kembar sebagai salah satu terobosan dalam pengembangan sektor peternakan. Program ini dinilai efektif karena mampu meningkatkan populasi sekaligus nilai ekonomi sapi lokal dengan biaya yang lebih efisien.
Berbeda dengan daerah lain yang umumnya mendatangkan anakan sapi dari luar daerah menggunakan anggaran besar, Boalemo memilih pendekatan inseminasi buatan (IB).
Melalui metode ini, pemerintah daerah mendistribusikan semen beku sapi unggul seperti Limosin, Simental, dan Brangus kepada peternak yang telah memiliki indukan betina.
Dengan sistem ini, manfaat program langsung dirasakan oleh peternak asli yang memang memiliki sapi betina produktif.
Program tersebut dikenal dengan istilah Sapi Kembar karena setiap inseminasi buatan berpeluang menghasilkan pedet berkualitas dengan nilai jual lebih tinggi. Seekor pedet hasil IB berusia satu tahun bisa dihargai setara dengan tiga ekor pedet sapi Bali atau sapi lokal.
Bupati Rum Pagau menilai, strategi ini bukan hanya meningkatkan populasi sapi, tetapi juga mampu mendongkrak pendapatan peternak. Kalau di daerah lain perkembangan peternakan berjalan satu langkah, di Boalemo kemungkinan besar melompat tiga kali lebih jauh.
Dengan inovasi ini, Boalemo diharapkan menjadi salah satu daerah percontohan dalam pengembangan peternakan berbasis teknologi inseminasi buatan yang berorientasi pada kesejahteraan peternak.
























