BOALEMO (JM) – Minimnya layanan kesehatan di Moliulo menjadi perhatian serius anggota DPRD Kabupaten Boalemo, Abdul Rahman Genti. Ia menilai, di tengah komitmen pemerintah meningkatkan pelayanan publik, masih ada warga yang harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan perawatan medis.
Usai rapat paripurna DPRD kabupaten Boalemo pada Selasa (11/11), Abdul Rahman Genti menerangkan bahwa persoalan ini bukan kali pertama ia suarakan. Sebelumnya, ia telah menyampaikan hal yang sama, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari instansi terkait.
“Saya sudah sampaikan ini untuk kedua kalinya di rapat paripurna. Warga Moliulo itu butuh tenaga medis, perawat, dan bidan. Di sana ada lima dusun dan sekitar 350 kepala keluarga. Artinya, ada warga Boalemo disana yang juga berhak atas layanan kesehatan,” ujar Genti.
Ia menjelaskan, meski di wilayah itu terdapat fasilitas Puskesmas Pembantu (Pustu), namun hingga kini tidak ada tenaga medis yang bertugas. Akibatnya, warga yang membutuhkan pengobatan harus menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan perahu menuju Desa Sari Tani, dengan biaya yang tidak sedikit.
“Ketika ada masyarakat yang sakit, ibu hamil yang ada keluhan, mereka harus pergi ke desa tetangga, Sari Tani. Jarak menuju Sari Tani cukup jauh. Masyarakat terpaksa mengeluarkan biaya hanya untuk mendapatkan layanan kesehatan,” tegasnya.
Abdul Rahman Genti berharap Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan dapat segera mengambil langkah konkret untuk menempatkan tenaga kesehatan di Moliulo. Menurutnya, kehadiran tenaga medis bukan hanya soal pelayanan kesehatan, tetapi juga bentuk kehadiran dan tanggung jawab pemerintah terhadap masyarakat di daerah terpencil.
























