TILAMUTA (JM) – Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) terus memperkuat komitmennya dalam menangani kasus kekerasan terhadap kaum rentan. Sebagai unit di bawah Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB-P3A), UPTD PPA kini hadir dengan sistem pelayanan terpadu.
Lembaga ini berfungsi sebagai garda terdepan dalam menangani kekerasan, baik secara fisik maupun verbal, yang menimpa perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Boalemo.
6 Layanan Utama Penanganan Korban
Untuk memastikan setiap korban mendapatkan hak dan pemulihan yang tepat, UPTD PPA Boalemo menyediakan enam layanan inti, yaitu:
- Layanan Pengaduan Masyarakat: Ruang bagi warga untuk melaporkan kasus kekerasan, diskriminasi, maupun isu perlindungan anak.
- Layanan Penjangkauan Korban: Tindakan proaktif untuk menjangkau korban yang memerlukan perlindungan mendesak.
- Layanan Pengelolaan Kasus: Penanganan sistematis mulai dari identifikasi awal, asesmen, hingga tahap pemulihan.
- Layanan Penampungan Sementara: Fasilitas rumah aman (shelter) bagi korban yang keselamatannya terancam.
- Layanan Mediasi: Fasilitasi penyelesaian perkara melalui jalur damai, sesuai persetujuan korban dan prosedur hukum.
- Layanan Pendampingan Korban: Dukungan psikologis (konseling) serta akses ke layanan kesehatan.
Kepala UPTD PPA Kabupaten Boalemo, Aris Wungguli, S.IP, menegaskan bahwa negara hadir untuk melindungi kehormatan dan harga diri warganya. Ia mengimbau agar masyarakat tidak lagi ragu untuk bersuara.
“Dengan adanya UPTD PPA, kami berharap tidak ada lagi warga yang takut atau bingung mau lapor ke mana jika mengalami, menyaksikan, ataupun mengetahui adanya kekerasan. Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah kewajiban pemerintah dan cermin kepekaan kita dalam menjaga warga dari ancaman,” ujar Aris.
Beliau juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan yang lebih komprehensif. “Mari kita bersama mewujudkan komitmen ini agar lingkungan kita benar-benar aman bagi perempuan dan anak,” tambahnya. (JM)
























