Home / Politik / Opini

Sabtu, 12 Februari 2022 - 06:16 WITA

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka Terancam Nonaktif

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka

Walikota Surakarta Gibran Rakabuming Raka

JAKARTA (JM) — Walikota Surakarta (Solo) Gibran Rakabuming Raka menegaskan, bahwa dirinya sudah melepaskan semua jabatan di swasta termasuk komisaris saat menyerahkan LHKPN ke KPK sebelum mencalonkan menjadi Walikota pada tahun 2020.

Hal ini ditegaskannya seiring dengan sorotan publik karena diduga rangkap jabatan. Sebelumnya, Gibran dikritik banyak kalangan setelah ekonom Faisal Basri mengungkap rangkap jabatan putra sulung Presiden Jokowi.

Meski sudah mengklarifikasi, Gibran masih mendapat respon kritis. Gugatan terhadap masalah rangkap jabatan Gibran ini Kembali terjadi di suatu forum diskusi yang berjudul “Kerusakan Lingkungan Hidup, Kerugian Negara, dan Pencucian Uang” yang  berlangsung via daring hari ini (9/2).

Pakar hukum pidana Muhammad Taufik menyatakan, seharusnya bila terbukti melakukan rangkap jabatan, Gibran dapat dihukum di nonaktifkan dari walikota selama tiga bulan.

Menurutnya, Gibran terindikasi melanggar UU 23/2014. Terutama pasal 76 ayat (1) huruf c dan Pasal 77.

Pasal 76 mengatur bahwa setiap kepala daerah dilarang menjadi pengurus perusahaan swasta atau Yayasan. Sementara di pasal 77 diatur bahwa sangsi untuk pelanggaran ini adalah berupa pemberhentian selama tiga bulan.

“Berdasarkan data yang saya kutip dari Dirjen AHU Kemenkumham pada 31 Januari 2022, Gibran Rakabuming Raka masih tercatat sebagai komisaris utama sekaligus pemegang saham di dua perusahaan, yaitu 19,3 persen saham di salah satunya PT Wadah Masa Depan,” demikian analisa Taufik.

Menurut Taufik, dalam PT ini memiliki kaitan jejaring dengan PT SM di kasus lingkungan hidup, yang seharusnya dihukum Rp 7,9 triliun, menjadi hanya membayar denda Rp 78 miliar.

Dalam kepengurusan PT Wadah Masa Depan juga ada nama Anthony Pradiptya yang merupakan putra dari petinggi PT SM Gandi Sulistiyanto yang baru diangkat Presiden Jokowi sebagai Duta Besar di Korea Selatan November 2021.

“Luar biasa dahsyat ini KKN-nya,” demikian kata Muhammad Taufik dilasnir dari rmol.id. (jm)

Share :

Baca Juga

Politik / Opini

Relawan Muda Airlangga Bertemu Geisz Chalifah Saling Dukung di Pilpres 2024

Politik / Opini

Elektabilitas PPP Rendah, Kepemimpinan Suharso Monoarfa Mendapat Sorotan Para Pengamat

Infrastruktur

Lakukan Hal Ini, Aleg PDIP Tina Toon Puji Kinerja Gubernur Anies Baswedan

Kabupaten Boalemo

Rahmad Dai Siap Maju di Musda PAN Boalemo

Politik / Opini

Kader Golkar Boalemo Dukung Firdaus Dewilmar Jadi PJ. Gubernur Gorontalo,

News

Dedy Hamzah Terpilih Ketua IKA UNG

Daerah

Wawan : Partai Gerindra Punya Strategi Khusus Menangkan Pasangan SMS

Politik / Opini

Pasangan Nelson-Syarief Disuarakan ke Pilgub 2024 di Musancab PPP, Selain PAW Abdilah Alhasni