Home / Politik / Opini

Senin, 7 Februari 2022 - 09:36 WITA

SAYA Lihat Boalemo Atau Boalemo Lihat Saya (Refleksi I Look Boalemo)

Herman Bater

Herman Bater

Tulisan  : Herman Barter

Saat ini perhatian masyarakat kita tertuju pada sebuah kegiatan yang konon katanya sebuah festival bernama I LOOK BOALEMO (Gorontalo Mart & Festival) yang rencana digelar tanggal 11 – 13 Februari 2022 di Boalemo.

Bicara festival apalagi festival pariwisata, bagi saya gambarannya adalah sebuah agenda besar daerah dan pesta rakyat, pekerjaan yang berat, melelahkan dan juga mendebarkan, karena disana ada pertaruhan kredibilitas penyelenggara, terutama nama baik daerah.

Ada tokoh yang sangat dikenal oleh masyarakat sebagai pelopor Festival Boalemo. Sosok yang berani tampil terdepan, punya talenta seni luar biasa, gaul dan tidak sombong. Teruji komitmennya.

Berhadapan dengan resiko, tantangan, hambatan, tidak pernah angkat tangan, dengan tidak pake lari. Cap mau, dengan patah kalo patah. Pokoknya, beliau ini keren Is The Best.

Sosok itu adalah HANDOYO SUGIHARTO, seorang Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan & Ekonomi Kreatif Kabupaten Boalemo di tahun 2016 – 22017, yang saat ini sebagai Kepala Dinas PUPR Provinsi Gorontalo.

Di jaman Kadis Handoyo, pelaku wisata, para seniman, aktivis tua muda dilibatkan dalam program Dinas, termasuk dalam pelaksanaan festival.

Bahkan kami saja hanya sebagai pemerhati seni, berolah kesempatan bergabung di Event Organizer (EO) dalam Festival Pesona Boalemo sebanyak-banyak dua kali dijaman beliau.

Dari Kadis Handoyo kami mendapatkan hal mendasar tentang ketentuan pelaksanaan Festival Pariwisata suatu daerah.

Mulai dari penamaan festival. Bahwa nama festival adalah nama utama (big name) yang berarti pesta besar, memuat tentang nama tempat (destinasi) tujuan wisata dan jaminan tentang tentang penerapan dalam tentang 7 unsur Sapta Pesona Wisata yg terdiri dari : Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesejukan, Keindahan, Keramahan, dan Kenangan, yang telah diterapkan dalam kehidupan masyarakatnya.

Sehingga namanya Festival Pesona Boalemo. Dikabupaten Gorontalo dikenal dengan nama Festival Pesona Danau Limboto & Pulo Cinta, di kabupaten Pohuwato ada Festival Pesona Pohon Cinta.Banyak lagi didaerah lainnya di Indonesia.

Kemudian nama festival biasanya di ikuti oleh nama kecil (nick name) yang dikenal dengan sebutan tagline yaitu suatu slogan yang identik dengan bahasa promosi untuk menarik perhatian publik, memberikan efek penasaran.

Kemarin tagline kita “Boalemo Is Love” (Boalemo Adalah Cinta atau Ada Cinta di Boalemo). Ada pesan ingin disampaikan, bahwa di Boalemo akan anda temukan cinta. Kehidupan aman, nyaman dan tentram yang akan ditemui. Logo taglinenya sketsa Pulo Cinta yg kini telah mendunia.

Konsep utama dari festival adalah memerkan, menjual potensi daerah dan kearifan lokalnya kepada wisatawan.
Selanjutnya Kadis Handoyo menjelaskan, bahwa ada hal-hal yang dipersyaratkan Kemenpar bagi suatu daerah pelaksana festival.

Dalam festival harus ada promosi destinasi baru yang telah memenuhi unsur 3A pariwisata yaitu Atraksi sebagai daya tarik utama sebuah destinasi wisata; Amenitas sebagai fasilitas pendukung sebuah destinasi wisata;  dan Aksesibilitas yang dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses wisatawan ketika hendak berkunjung ke sebuah destinasi wisata.

Harus ada festival atau pameran paroduk kuliner, kerajinan khas yang dibranding dalam eskalasi daerah atau nasional.
Harus melaksanakan event pariwisata, seperti pertunjukan senibudaya dan tradisi (pertunjukan tari tradisional, adat istiadat), musik festival, wisata olahraga, tingkat daerah/nasional/internasional sebagai calender of event pariwisata daerah setiap tahunnya.

Sehingga Festival Pesona Boalemo 2016-2017 Calender of eventnya, tingkat daerah Boalemo/Gorontlalo : ada Festival Kuliner Bubur Sada, Seni Pertunjukan Tari Dayango/ Mistik Dance dan Tari Maleo (burung endemik), lomba dayung perahu tradisional, pemilihan nou uti, pagelaran budaya etnis budaya, lomba fhoto bawah laut, lomba mural.

Tingkat nasional Super Gitar dan Rock Band Festival. Yang belum kesampaian lomba Zet Ski tingkat regional Asia. Dan masih banyak lagi.

Diakui pula bahwa untuk memenuhi ketentuan dan persyaratan festival ini memerlukan biaya penyelenggaraan yang cukup besar.

Namun ketika ketentuan dan syarat ini dipenuhi, akan berbanding lurus dengan multi flayer efek yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan festival itu sendiri. Perlu diingat bahwa masyarakat Boalemo bukan terbatas sebagai petani, nelayan, atau ASN.

Ratusan Pelaku seni dan jutaan penikmat seni serta pelaku UMKM kuliner, kerajinan oleh-oleh khas Boalemo Gorontalo, sangat menantikan di helatnya festival ini. Mereka adalah juga bagian dari masyarakat Boalemo yang harus mendapatkan peran serta bagian yang sama dalam proses pembangunan daerah sesuai porsi dan profesinya.

Disi lain, nilai prestisius dari Festival Pesona Boalemo, diapresiasi Kemenpar dalam pemberian kesempatan kepada Boalemo untuk masuk dalam nominasi program kemenpar sebagai 10 Bali Baru yang akan dilaksanakan tahun anggaran 2018, tapi kesempatan ini belum bisa kita raih karena kita baru melaksanakan festival di tahun 2015.

Juga diberi kesempatan menjadi penerima DAK Pariwisata Pertama Tahun 2016. Alhamdulillah, Kabupaten Boalemo sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Gorontalo dan masuk dalam 40 kabupaten/kota se Indonesia yang mendapatkan DAK Pariwisata pertama ditahun 206-2017.

Karena pencapaiannya sebagai daerah tujuan wisata baru, secara signifikan Boalemo mampu memicu arus dan tertinggi jumlah kunjungan wisatawan se provinsi, meningkatkan lama tinggal wisatawan (length of stay) dan minat wisatawan untuk berkunjung kembali.

Agar lebih menarik tentang ulasan ini, saya mengajak kita untuk mengkomparasi pelaksanaan Festival Pesona Boalemo dengan I Look Boalemo (Gorontalo Mart & Festival).

Mulai dari namanya. I Look Boalemo. Arti secara harfiah : Saya Melihat Boalemo. Sepakat atau tidak, saya berpendapat bahwa nama ini tidak pas sebagai nama festival, tapi lebih cocok untuk taglinenya.

Saya yakin bahwa pemberi nama adalah pihak yang gagal paham tentang dunia pariwisata Boalemo. Tidak harus kebarat-baratan, yang di jaga akan bentrok nama dan konsep festivalnya. Harusnya mengusung promosi dari destinasi wisata baru yang di Boalemo. CABANA & TAPADAA VESTIFAL atau FESTIVAL PESONA PANTAI RATU. Taglinenya : The New Paradise in Boalemo (Surga Baru di Boalemo).

Sangat kami sayangkan dalam festival ini tidak dilibatkan Dinas Pariwisata Kebudyaan Dan Ekraf Boalemo. Ketika kami konfir ke dinasnya, tugasnya hanya kebagian untuk Desain Undangan Pembukaan Festival.

Padahal mereka adalah pelaku festival sesungguhnya di daerah ini. Pengalaman kami dalam hal kepanitiaan, ada empat panitia yang menopang Festival Pesona Boalemo. Ada panitia internal dinas, panitia daerah, EO daerah dan EO Kemenpar. Sehingga kami berpikir terlalu besar kepercayaan diri yang dibawa oleh panitia festival ini.

Sekarang lagi beredar kabar burung dimasyarakat Boalemo, bahwa festival ini terancam gagal dilaksanakan, karena panitianya yang katanya investor itu tidak kunjung datang ke Boalemo, mulai dari pencanangan, sampai dengan minus seminggu lagi menuju acara puncak. Cerita ini sepertinya akan terjadi benar, tidak ada tanda-tanda akan terjadinya festival di Pantai Bolihutuo.

Bahkan ada yang mengatakan panitianya sudah angkat tangan, karena tidak siap dana, dan tidak ada investor yang bisa digandeng datang melihat Festival ini.

Kalaupun ada geliat festival yang kita lihat di alun-alun atau sekolah, itu hanyalah upaya Pemda yang ingin tetap melanjutkan pelaksanaan festival ini, karena sudah terlanjur mengundang pimpinan dan pejabat daerah se Sulawesi.

Berseliweran sudah guyonan tentang festival ini, ada yang bilang “Festival Rasa HARDIKNAS”. Ada juga yang bilang ada paket acara “LKMD tahun 80-an”.

Yah..meski demikian, kami tetap berharap kegiatan ini bisa terlaksana dan sukses. Semoga..! (*)

Share :

Baca Juga

Politik / Opini

Salam FBI, Salam Firli Bahuri Indonesia. Salahnya Dimana..?

Daerah

Nasir Ajak Pendukung SMS Saksikan Siaran Langsung Debat Kandidat

Politik / Opini

Wajah Darwis Moridu Berseri di KTA Partai Nasdem

Politik / Opini

Jelang Tahapan Pilpres, 4 Tokoh Ini Punya Popularitas dan Elektabilitas ‘Tingkat Dewa’

News

PAN Gorontalo Sukses Gelar Musda, Dibuka Ketua DPP Zulkifli Hasan

Parlemen

Komisi IX Teruskan Usul Vaksinasi Covid-19 Wartawan di Garis Depan ke Kemenkes

Daerah

Kader Gerindra Pohuwato Terus Bergerak, Optimalkan Kemenangan Paslon SMS

Politik / Opini

Posisi Penting Indonesia Pada Konflik Global dan Kerentanan Kawasan