BOALEMO (JM) – Babak baru pendidikan di Kabupaten Boalemo resmi dimulai. Setelah sempat terganjal persoalan pembebasan lahan, harapan masyarakat untuk memiliki fasilitas pendidikan kini kembali membumbung tinggi seiring turunnya tim pusat ke lapangan.
Kamis (05/02), tim ahli dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melakukan inspeksi mendalam di tiga lokasi calon berdirinya Sekolah Garuda Unggul. Peninjauan ini menandai langkah konkret pemerintah setelah Pemerintah Daerah (Pemda) Boalemo berhasil memecahkan kebuntuan terkait status tanah warga.
Pemerintah Kabupaten Boalemo telah menyiapkan karpet merah bagi proyek strategis nasional ini dengan menyodorkan tiga pilihan lokasi strategis yakni, Desa Ayuhulalo, Desa Piloliyanga dan Desa Mekarjaya.

Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, menegaskan bahwa hambatan administratif dan sengketa lahan yang sebelumnya menjadi ganjalan kini telah selesai 100 persen. Hal ini merupakan bentuk komitmen penuh daerah demi memuluskan pembangunan ikon kemajuan Gorontalo tersebut.
“Alhamdulillah, pembebasan lahan untuk tiga lokasi sudah selesai. Masalah lahan warga yang sempat terkendala kemarin sudah kita tuntaskan. Sekarang keputusan ada di tangan pusat,” tegas Lahmuddin di hadapan media.
Meskipun Pemda telah menyiapkan opsi terbaik, nasib pembangunan kini berada di meja penilaian teknis Kemendiktisaintek. Tim yang terdiri dari lima orang ahli tersebut sedang melakukan bedah kelayakan, mulai dari aspek geografis hingga kesiapan infrastruktur pendukung.
Kepastian mengenai desa mana yang akan terpilih sebagai lokasi utama dijadwalkan akan keluar dalam waktu dekat. “Tim akan melihat mana tempat yang paling representatif. Hasil penilaian teknis mereka akan disampaikan secara resmi pada minggu depan,” tambah Lahmuddin
























