Gorontalo (JM) – Panitia Khusus (Pansus) Sawit DPRD Provinsi Gorontalo mulai bergerak menelusuri persoalan sawit di wilayah barat Gorontalo. Kunjungan awal dilakukan di Kabupaten Pohuwato, tepatnya di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop), untuk mengumpulkan data dan menghimpun koperasi sawit yang beroperasi di daerah tersebut. Kamis, 22/05/2025.
Langkah ini merupakan bagian dari investigasi menyeluruh Pansus dalam menyikapi berbagai keluhan masyarakat terkait pengelolaan sawit, baik dari sisi koperasi maupun perusahaan.
“Pansus sudah menghimpun data awal di lapangan. Ini baru langkah awal kami untuk mengurai masalah sawit di Gorontalo, khususnya Pohuwato,” tegas Wahyudin Moridu, S.H., salah satu anggota Pansus Sawit DPRD Provinsi Gorontalo, saat memberikan keterangan kepada media.
Tidak berhenti di Pohuwato, Pansus dijadwalkan akan melanjutkan penyisiran ke wilayah Kabupaten Boalemo, tepatnya di Desa Towayu, Kecamatan Paguyaman Pantai, pada Sabtu, 20 Mei 2025. Di sana, mereka akan menemui pihak PT Argo Artha Surya serta berdialog langsung dengan masyarakat petani sawit.
Wahyudin menambahkan bahwa setelah seluruh data dari lapangan terkumpul, Pansus akan membawa hasil temuannya ke tingkat nasional.
“Setelah semua data kami rampungkan, kami akan mengunjungi kementerian terkait untuk melaporkan secara resmi persoalan-persoalan sawit di Gorontalo. Ini bagian dari kerja nyata Pansus Sawit Deprov Gorontalo. Tidak ada yang akan kami tutupi, dan semua perusahaan sawit yang beroperasi di Gorontalo akan kami soroti dan carikan solusi secara tegas dan adil,” ujarnya.
Langkah Pansus ini menjadi angin segar bagi para petani sawit di Gorontalo yang selama ini mengeluhkan ketimpangan kemitraan, persoalan legalitas lahan, hingga lemahnya pengawasan terhadap operasional perusahaan sawit. (JM)
























