BOALEMO (JM) – Langkah percepatan penurunan stunting kembali digaungkan melalui kegiatan Mini Loka Karya Gerak 2 Kecamatan Paguyaman Pantai yang digelar pada Selasa, 6 Mei 2025, bertempat di Balai Penyuluhan Kecamatan. Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Penyuluhan, Hardianto Bantahan, S.E, sebagai bagian dari kelanjutan program GERAK (Gerakan Rakyat Peduli Stunting) di wilayah Kabupaten Boalemo.
Sejumlah tokoh penting hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Camat Paguyaman Pantai, Steve Dj. Ahaliki, S.Stp, Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai, dr. Jubaida Alirauf, Bidan Koordinator, Ferawati Dama, dan Pendamping Desa, Ferdi Lopuo.
Mini loka karya ini berfokus pada evaluasi serta penguatan strategi lintas sektor dalam mencegah stunting, khususnya melalui pendekatan berbasis desa. Forum ini menjadi ruang kolaborasi antara layanan kesehatan, pemerintah desa, dan pendamping masyarakat untuk menyusun intervensi yang lebih tepat sasaran.
Koordinator kegiatan, Hardianto Bantahan, S.E, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi semua pihak adalah kunci keberhasilan gerakan ini.
“Stunting bukan hanya urusan gizi, tetapi juga soal pola pikir dan tanggung jawab sosial. Di Mini Loka Karya Gerak 2 ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus berjalan bersama. Karena kalau hanya satu sektor yang bergerak, perubahan tidak akan menyentuh akar persoalan,” tegas Hardianto.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program stunting tidak bisa diukur hanya dari angka, tetapi dari seberapa besar peran masyarakat dalam menyadari pentingnya kesehatan ibu dan anak sejak dini, termasuk kesiapan calon pengantin, akses pangan sehat, serta peran aktif kader dan pendamping desa.
Kegiatan ini diakhiri dengan diskusi rencana tindak lanjut yang menekankan pemantauan rutin terhadap keluarga berisiko stunting, serta peningkatan edukasi gizi di tingkat rumah tangga dan posyandu.
Mini Loka Karya Gerak 2 Kecamatan Paguyaman Pantai menjadi bukti bahwa pencegahan stunting adalah kerja bersama, dan ketika seluruh elemen bergerak serentak, harapan menuju generasi sehat dan cerdas bisa diwujudkan.
























