BOALEMO (JM) — Ketua DPRD Kabupaten Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho, menegaskan bahwa penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) merupakan fondasi utama dalam mengarahkan pembangunan daerah jangka panjang. Hal itu ia sampaikan dalam rapat pembahasan RTRW bersama pemerintah daerah dan instansi teknis yang digelar di Grand Q Gorontalo, Sabtu 18/10/2025.
Karyawan Eka Putra Noho menjelaskan, dokumen RTRW harus disusun secara komprehensif agar selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat ini dan di masa mendatang.
“RTRW bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk masyarakat masa depan. Kesalahan dalam penataan ruang akan berdampak panjang bagi generasi berikutnya,” ujar Karyawan.
Ia menyebut penataan ruang wilayah Boalemo harus mencakup pengaturan zona pertanian, kawasan industri, pengembangan pelabuhan, hingga peruntukan sektor pertambangan. Menurutnya, Tilamuta juga perlu diarahkan sebagai pusat perputaran ekonomi daerah.
“Kalau kita salah menaruh fondasi perencanaan, dampaknya akan panjang. Karena itu RTRW harus memuat arah pengembangan jalan, infrastruktur, dan peta investasi agar investor memiliki kepastian wilayah ketika masuk ke Boalemo,” tegasnya.
Lebih lanjut, Karyawan mengingatkan agar nilai budaya dan kearifan lokal tetap menjadi bagian dari dasar penataan ruang.
“Kita yang paling tahu karakter wilayah Boalemo. Budaya dan adat istiadat harus tetap tumbuh dan dilindungi. Jangan sampai kebijakan pembangunan justru menghapus identitas lokal,” jelasnya.
Saat ini, pembahasan RTRW masih berlangsung. Tim teknis dari Dinas PUPR Boalemo telah melakukan konsultasi ke Kementerian ATR/BPN dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menyelaraskan substansi perencanaan.
“Kami pacu siang dan malam agar RTRW ini segera rampung dan bisa menjadi pedoman pembangunan berkelanjutan menuju Boalemo 2045,” ujar Karyawan.
DPRD dan Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap RTRW yang dirumuskan dapat menjadi panduan investasi berkelanjutan, memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, dan menjaga keseimbangan antara pembangunan, lingkungan, serta pelestarian budaya.
























