BOALEMO (JM) — Bupati Rum Pagau menargetkan sedikitnya 500 siswa sudah terdata untuk program Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) hingga akhir Mei 2026. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Bupati saat memimpin sosialisasi program SRT di Kecamatan Wonosari, Kamis (21/5).
Dalam arahannya, Rum Pagau meminta seluruh camat dan kepala desa (kades) untuk bergerak cepat melakukan pendataan dan perekrutan lapangan. Fokus utama sasaran program ini adalah anak-anak putus sekolah serta keluarga yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem (desil 1 dan desil 2).
“Paling lambat akhir Mei ini sudah harus terdata sekitar 500 siswa, mulai dari jenjang SD, SMP, sampai SMA,” tegas Rum Pagau.
Rum Pagau menjelaskan bahwa program SRT bukan sekadar program lokal, melainkan menjadi perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto. Program ini dirancang sebagai langkah strategis nasional untuk menekan angka kemiskinan melalui jalur pendidikan terpadu bagi masyarakat kurang mampu.
Saat ini, pembangunan fisik SRT di Kecamatan Wonosari terus dikebut. Sebagian fasilitas bahkan dipastikan mulai bisa digunakan tahun ini. Berdasarkan jadwal, aktivitas belajar mengajar untuk tingkat SD akan dimulai pada Juni mendatang, yang kemudian akan disusul oleh jenjang SMP dan SMA.
Dukungan pusat terhadap program ini terbukti nyata. Sebanyak 20 kontainer sarana dan prasarana (sarpras) sekolah dijadwalkan tiba di Wonosari pada 25 Mei 2026. Kontainer yang dikirim langsung oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI tersebut berisi: Meja dan bangku belajar, Lemari kelas dan Fasilitas penunjang pendidikan lainnya.
Mengantisipasi kedatangan logistik tersebut, Bupati menginstruksikan pemerintah kecamatan dan desa untuk segera menyiapkan lokasi penyimpanan yang aman serta tempat perakitan mebel agar proses distribusi tidak terhambat.
Kesuksesan program ini dinilai membutuhkan kerja sama kolektif. Rum Pagau menegaskan pentingnya keterlibatan aparat kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, hingga Bhabinkamtibmas untuk turun langsung merangkul anak-anak putus sekolah agar mau kembali mengenyam pendidikan.
Jika program di Wonosari ini sukses, peluang Boalemo untuk mendapatkan tambahan fasilitas dari pusat terbuka lebar. Pemerintah pusat sendiri telah menyiapkan dukungan besar, termasuk rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Paguyaman.
“Kalau daerah siap dan perekrutan siswa berjalan baik, maka peluang penambahan unit sekolah nasional terintegrasi di Boalemo akan semakin besar,” ujarnya optimis.
Menariknya, program SRT ini mengintegrasikan pendidikan dengan kesejahteraan keluarga. Selain fasilitas sekolah gratis, pemerintah juga menyiapkan 26 unit bantuan rumah layak huni (RTLH) tahun ini bagi orang tua siswa SRT yang memenuhi syarat.
Di akhir arahannya, Bupati berharap seluruh jajaran pemerintah daerah dapat bekerja total demi menyukseskan program prioritas nasional ini, sekaligus sebagai motor penggerak pengentasan kemiskinan di Kabupaten Boalemo. (JM)
























