Home / Parlemen

Selasa, 23 September 2025 - 22:39 WITA

Fraksi Gerindra DPRD Boalemo Setujui APBD Perubahan 2025 dengan Mosi Tidak Percaya kepada Dinas Pendidikan

Muhammad Amin, anggota DPRD kabupaten Boalemo Fraksi Gerindra (foto: FB)

Muhammad Amin, anggota DPRD kabupaten Boalemo Fraksi Gerindra (foto: FB)

BOALEMO (JM) — Rapat paripurna DPRD Kabupaten Boalemo dengan agenda pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun Anggaran 2025 berlangsung penuh dinamika, Senin (23/9/2025). Di antara pandangan akhir fraksi-fraksi, pernyataan Fraksi Gerindra menjadi sorotan utama.

Melalui juru bicaranya, Mohamad Amin, Fraksi Gerindra menyatakan menerima Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) APBD-P 2025 untuk disahkan menjadi Peraturan Daerah (Perda), namun dengan catatan tegas berupa mosi tidak percaya terhadap Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo.

Dalam pandangan akhirnya, Amin lebih dulu mengarahkan pesannya kepada pimpinan daerah, Bupati dan Wakil Bupati Boalemo. Ia menekankan pentingnya budaya pembahasan anggaran yang transparan dan profesional.

“Kami ingin pola pembahasan anggaran ini tidak menimbulkan perspektif negatif publik. Transparansi adalah harga mati agar kepercayaan rakyat tetap terjaga,” ujar Amin di hadapan forum.

Suasana ruang sidang berubah tegang ketika Amin menyampaikan catatan kedua. Menurutnya, terdapat lebih dari Rp247 miliar anggaran pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pendidikan yang pembahasannya tidak tuntas dalam rancangan KUA APBD-P 2025. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk lemahnya pengawasan dan ketidakjelasan arah kebijakan.

“Fraksi Gerindra menyatakan bukan bagian dari relasi fungsi kelembagaan terhadap pelaksanaan anggaran pada Dinas Pendidikan. Kami melepaskan diri dari tanggung jawab itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Amin mengungkapkan bahwa Fraksi Gerindra akan melakukan kajian dan penelitian internal, bahkan siap melibatkan pihak independen untuk menelusuri lebih dalam persoalan pengelolaan anggaran pendidikan di Boalemo.

“Kami tidak bisa membiarkan ada sektor vital seperti pendidikan yang dikelola tanpa tuntas dan tanpa arah yang jelas. Ini soal masa depan generasi Boalemo,” tambahnya.

Meski pada akhirnya Fraksi Gerindra menyetujui Ranperda APBD-P 2025 untuk disahkan menjadi Perda, sikap kritis mereka meninggalkan kesan mendalam dalam sidang paripurna. Dukungan yang diberikan disertai peringatan keras agar transparansi dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan tidak diabaikan.

Share :

Baca Juga

Parlemen

Komisi I DPRD Gorontalo Bahas Tahapan Seleksi KPID

Parlemen

Fraksi Gerindra Soroti Penurunan Pendapatan Daerah Pada Paripurna RAPBD Boalemo 2026

Parlemen

Rizal Pasuma : 4 Fraksi Sepakat Bentuk Pansus, Bahas Persoalan Sawit Yang Tidak Pro Rakyat

Parlemen

Hadiri Gebyar SMS di Paguat, Ini Pesan Wakil Ketua DPRD Idris Kadji ke OPD

Parlemen

Ketua DPRD Nasir Harap WPR Segera Direalisasikan, Antisipasi Dampak Produksi Emas Dari PT.PETS

Parlemen

Ketua Komisi II Beni Nento Desak Pemerintah Segera Terbitkan Izin Pertambangan Rakyat

Parlemen

Anas Jusuf: Relokasi SMA Bulango Ulu Harus Sesuai Standar Infrastruktur

Parlemen

DPRD Pohuwato Siap Prioritaskan Bahas Ranperda Disabilitas, Dari 8 Ranperda Yang Digodok