Home / Kabupaten Boalemo

Senin, 24 November 2025 - 20:40 WITA

Dinas Kesehatan Boalemo dan BBPK Makassar Gelar Pelatihan ANC Terintegrasi dan USG Dasar

GORONTALO (JM) – Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar menggelar Pelatihan Pelayanan Antenatal Care (ANC) Terintegrasi dan Penggunaan USG Dasar Obstetri Terbatas tingkat Kabupaten Boalemo. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Q pada Senin (24/11/2025) itu dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Boalemo, Sutriyani N. Lumula, SST., M.Kes.

Dalam sambutannya, Sutriyani menekankan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu hamil, terutama dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI) di Boalemo. Ia menyebut, meski AKI di Indonesia terus menurun, pencapaiannya masih tertinggal dibanding sejumlah negara Asia Tenggara.

“Kunci menekan kematian ibu adalah pemeriksaan kehamilan sejak dini dan layanan ANC yang berkualitas. Semua ibu hamil harus terdeteksi lebih awal jika memiliki risiko komplikasi,” tegas Sutriyani.

Ia menjelaskan, beberapa faktor risiko seperti hipertensi, preeklamsia, anemia, diabetes, malnutrisi, dan penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama komplikasi kehamilan. Oleh karena itu, peningkatan kemampuan tenaga kesehatan dalam deteksi dini melalui ANC terintegrasi, termasuk pemanfaatan USG dasar, menjadi sangat penting.

Sutriyani juga mengungkapkan bahwa hanya sekitar 7 persen puskesmas di Indonesia yang memiliki fasilitas USG. Di sisi lain, mayoritas layanan ANC masih diberikan oleh bidan. Melalui pelatihan ini, ia berharap tenaga kesehatan di Boalemo—baik dokter, bidan, maupun perawat—mampu memberikan pelayanan sesuai pedoman ANC terbaru.

“Pelayanan ANC sekarang menekankan kolaborasi dokter dan bidan. Pemeriksaan minimal enam kali selama kehamilan, termasuk dua kali oleh dokter, harus benar-benar dipenuhi. Dokter wajib melakukan anamnesis lengkap, pemeriksaan fisik, dan USG dasar untuk memastikan keselamatan ibu dan bayi,” jelasnya.

Pelatihan tersebut juga menyoroti pentingnya pencatatan terintegrasi menggunakan Buku KIA edisi revisi 2022, penguatan jejaring rujukan, serta kesiapan fasilitas PONED di puskesmas.

Dinkes Boalemo menargetkan peningkatan kemampuan deteksi dini komplikasi obstetri, pencegahan risiko, dan percepatan layanan rujukan sebagai hasil dari pelatihan tersebut.

Share :

Baca Juga

Kabupaten Boalemo

Tingkatkan Kualitas Tata Kelola, Pemkab Boalemo Gelar Reviu LPPD Tahun 2025

Kabupaten Boalemo

Plt Bupati Anas Jusuf Harap DAU-DID Boalemo Ditambah Oleh Kemendagri

Kabupaten Boalemo

Kepala Puskesmas Bongo II Imbau Warga Peduli Kesehatan Ibu dan Anak

Kabupaten Boalemo

Pimpinan OPD Diminta Rubah Pola Kerja

Daerah

Pemkab Boalemo dan Kemenkumham Kerjasama Dalam Pembentukan Produk Hukum dan Pelayanan HAM di Boalemo

Kabupaten Boalemo

Ketua DPRD Boalemo Serahkan Bantuan Kepada Keluarga Korban Kebakaran di Desa Piloliyanga

Kabupaten Boalemo

Bupati Anas Jusuf Pimpin Apel Perdana Awal Tahun 2022

Kabupaten Boalemo

Sekda Sherman Moridu Buka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama