BOTUMOITO (JM) – Bupati Boalemo, Rum Pagau, meminta seluruh kader posyandu di wilayahnya untuk mengambil bagian aktif dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 71.
Permintaan tersebut disampaikan Bupati saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Implementasi 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berlangsung di Cabana Resort and Resto, Kecamatan Botumoito, Kamis (4/6).
Menurut Rum Pagau, perluasan tugas Posyandu—yang kini tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan melainkan juga sebagai pelaksana enam SPM—membuka ruang yang lebih besar bagi para kader. Mereka diharapkan terlibat langsung dalam mengurai berbagai persoalan sosial masyarakat, termasuk membantu pemerintah menemukan anak-anak yang berpotensi menjadi peserta didik SRT 71.
“Kader posyandu adalah orang-orang yang paling dekat dengan masyarakat. Mereka mengetahui kondisi keluarga di desa, mengetahui anak-anak yang tidak sekolah, dan mengetahui keluarga yang membutuhkan perhatian pemerintah. Karena itu, saya minta kader ikut membantu penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat,” ujar Rum Pagau.
Bupati menjelaskan bahwa keberhasilan program Sekolah Rakyat tidak hanya bergantung pada ketersediaan fasilitas dan dukungan anggaran, tetapi juga pada kemampuan pemerintah dalam menjangkau masyarakat sasaran.
Dalam banyak kasus, masih ditemukan keluarga yang belum memperoleh informasi secara utuh mengenai program ini, atau bahkan belum memiliki kesadaran yang cukup akan pentingnya pendidikan bagi anak.
Di sinilah peran strategis kader posyandu dibutuhkan. Keberadaan mereka yang selama ini aktif mendampingi masyarakat hingga tingkat dusun dan keluarga, dinilai menjadi kekuatan penting untuk memastikan tidak ada anak dari keluarga miskin yang terlewat dari proses pendataan.
Lebih lanjut, Rum Pagau menegaskan bahwa implementasi enam SPM menuntut kader posyandu memiliki cakrawala peran yang lebih luas dalam mendukung pelayanan dasar. Selain sektor kesehatan, kader kini diharapkan peka dan memahami persoalan: Pendidikan, Sosial dan kemasyarakatan, Perlindungan perempuan dan anak dan Pelayanan dasar pemerintah lainnya.
“Kita ingin kader tidak hanya hadir saat kegiatan kesehatan saja. Dengan enam SPM ini, kader menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, termasuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin mendapatkan akses pendidikan yang layak,” tegasnya.
Melalui sinergi dan keterlibatan aktif kader posyandu, Pemerintah Kabupaten Boalemo berharap proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat Unggul Terintegrasi dapat berjalan lebih efektif, tepat sasaran, sekaligus mempercepat upaya memutus rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan. (JM)
























