DULUPI (JM) – Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai mengambil langkah taktis dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan di era transformasi digital. Fokus utama saat ini adalah memastikan kehadiran siswa di sekolah terpantau secara real-time oleh orang tua, guna meminimalisir praktik bolos yang sering kali luput dari pengawasan.
Langkah strategis ini ditegaskan oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat memperkenalkan program Smart School di sela-sela agenda Safari Ramadhan yang berlangsung di Masjid As-Syakirrin, Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Selasa (24/2/2026).
Dalam arahannya, Wabup Lahmuddin menjelaskan bahwa sistem absensi digital ini dirancang khusus untuk menciptakan sinkronisasi informasi antara pihak sekolah dan wali murid. Selama ini, sering terjadi miskomunikasi atau “saling menyalahkan” antara guru dan orang tua ketika seorang siswa tidak mengikuti proses belajar mengajar.
Sistem ini nantinya akan mengintegrasikan data kehadiran siswa langsung ke ponsel pintar orang tua. Dengan begitu, setiap pergerakan siswa dapat dicek secara akurat hanya melalui genggaman tangan.
“Caranya, orang tua memiliki ponsel Android yang terkoneksi dengan sistem. Jadi langsung ketahuan anak ada di sekolah atau tidak. Ini penting supaya tidak ada lagi aksi saling menyalahkan antara pihak sekolah dan rumah,” ujar Lahmuddin di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, Lahmuddin menyoroti fenomena klasik di mana siswa sering kali mengaku berangkat ke sekolah namun tidak pernah sampai di kelas. Hal ini biasanya baru terungkap saat anak sudah kembali ke rumah, sehingga penanganan sering kali terlambat.
“Biasanya pas pulang baru ketahuan kalau bolos. Orang tua tanya dari mana, dijawab dari sekolah, padahal di sekolah dia tidak pernah terlihat oleh guru. Dengan sistem digital ini, celah itu kita tutup,” jelasnya.
Bagi Wabup, absensi digital bukan sekadar alat absensi biasa, melainkan instrumen untuk menanamkan nilai kejujuran pada siswa sejak dini. Karena sistemnya berbasis data elektronik, potensi manipulasi kehadiran menjadi sangat sulit dilakukan.
Terkait ketersediaan perangkat, Lahmuddin menilai bahwa memiliki ponsel pendukung saat ini bukan lagi kendala besar bagi masyarakat. Menurutnya, teknologi sudah semakin terjangkau dan sebanding dengan manfaat besar yang didapatkan untuk masa depan anak.
“Lebih baik kita beralih ke absensi digital. Perangkat Android sekarang kan sudah tidak mahal, harganya terjangkau. Pokoknya murah dan sebanding dengan keamanan anak-anak kita,” tegasnya.
Menutup arahannya, Wabup Lahmuddin menginstruksikan Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo untuk segera memperluas sosialisasi program Smart School ini secara masif kepada seluruh orang tua murid. Ia berharap, ke depan tidak ada lagi alasan bagi orang tua untuk tidak mengetahui aktivitas belajar anaknya secara pasti, demi terciptanya generasi Boalemo yang disiplin dan berkualitas. (JM)
























