BOALEMO (JM) – Bupati Boalemo, Rum Pagau, didampingi Wakil Bupati Lahmuddin Hambali, memimpin rapat koordinasi strategis bersama jajaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pengelola Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG). Pertemuan ini digelar guna merespons dinamika masyarakat terkait komposisi menu MBG yang dibagikan selama bulan suci Ramadhan.
Rapat koordinasi ini menjadi langkah evaluasi setelah munculnya kritik mengenai menu kering yang dibagikan kepada siswa selama Ramadhan. Saat ini, paket yang tersedia terdiri dari roti tawar, telur rebus, tahu, tempe, buah, abon, dan kacang. Namun, ketiadaan susu dalam paket tersebut menjadi sorotan utama bagi para penerima.
“Keluhan yang masuk saat ini masih sebatas ketidaksesuaian menu dengan harapan anak-anak, belum sampai pada persoalan yang lebih fatal. Ini harus kita jaga bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Bupati.
Bupati mengingatkan pengelola Dapur MBG untuk menerapkan prosedur double check atau pengecekan ganda terhadap kualitas dan kuantitas makanan sebelum didistribusikan. Beliau juga bersyukur karena kualitas bahan baku di Boalemo, khususnya ikan tuna, masih sangat segar dibandingkan daerah lain, sehingga risiko keracunan makanan dapat diminimalisir.
Mengenai kendala susu, pihak Dapur MBG mengonfirmasi adanya kelangkaan stok susu yang memenuhi standar persyaratan di wilayah Kabupaten Boalemo. Meski demikian, bahan baku lainnya dipastikan menyerap potensi lokal guna menggerakkan ekonomi daerah.
Bupati menegaskan program ini sangat strategis untuk kualitas SDM (sejak janin hingga SMA) dan tidak boleh berlindung di balik kata “tidak sempurna” untuk memaklumi kekurangan.
Sementara itu Wakil Bupati Lahmuddin Hambali meminta pengaturan ulang jam distribusi selama Ramadhan. Hal ini penting agar pembagian makanan di pagi hari tidak memancing anak-anak untuk membatalkan ibadah puasa mereka.
Pemerintah Kabupaten Boalemo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mengawal program ini demi memastikan generasi penerus daerah mendapatkan hak gizi yang optimal. (JM)
























