Oleh: Wahyudin Moridu, SH
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo
Opini (JM) – Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, pemuda hari ini memiliki kekuatan besar yang tak dimiliki generasi sebelumnya. Akses terhadap pengetahuan, jejaring sosial, hingga ruang partisipasi dalam pengambilan keputusan. Sayangnya, kekuatan itu belum seluruhnya diarahkan untuk mendorong perubahan sosial dan pembangunan daerah.
Banyak generasi muda masih memandang politik sebagai sesuatu yang jauh, kotor, atau bukan ranah mereka. Ada ketidakpercayaan yang mengakar terhadap sistem, bahkan terhadap para wakil rakyat yang sesungguhnya hadir untuk menyuarakan kepentingan mereka. Namun, saya percaya, justru di tangan pemudalah harapan perubahan itu berada.
Sebagai anggota DPRD, saya melihat pemuda bukan sekadar harapan masa depan, melainkan mitra aktif masa kini. Kita memerlukan kehadiran mereka dalam forum-forum musyawarah, diskusi pembangunan, bahkan dalam pengawasan program-program pemerintah. Mereka adalah suara jujur dari akar rumput, yang memahami langsung realitas sosial di lapangan.
Kenyataannya, minimnya pendidikan politik di sekolah, terbatasnya ruang dialog antar generasi, serta budaya eksklusif dalam pengambilan kebijakan, membuat pemuda sering merasa tidak punya tempat. Kita bicara tentang mereka, tapi jarang mengajak mereka bicara. Ini yang harus segera diubah.
Dalam berbagai kegiatan reses yang saya lakukan di daerah pemilihan, saya selalu berupaya mengajak kalangan muda untuk hadir. Bukan hanya sebagai pendengar, tetapi juga sebagai penyampai gagasan. Saya juga mendorong lahirnya forum-forum pemuda tingkat desa atau kecamatan sebagai ruang ekspresi dan laboratorium ide pembangunan.
Sudah saatnya pemuda tidak hanya aktif di media sosial, tetapi juga hadir dalam percakapan penting tentang arah daerah ini ke depan. Saya yakin, ketika diberi ruang dan kepercayaan, mereka bukan hanya akan menjadi bagian dari perubahan—tetapi pemimpin dari perubahan itu sendiri.
Daerah ini tidak butuh pemuda sempurna. Tapi kita butuh pemuda yang berani bersuara, peduli pada sekitar, dan tidak takut kotor demi perubahan. Karena masa depan daerah ini bukan ditentukan oleh siapa yang paling tua, tetapi oleh siapa yang paling siap.






















