BOALEMO (JM) – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Boalemo kembali diperkuat dengan pelaksanaan Mini Loka Karya Gerak 1 Kecamatan Paguyaman Pantai, yang berlangsung pada Rabu, 24 April 2025 di Balai Penyuluhan Kecamatan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Koordinator Penyuluhan Kecamatan, Hardianto Bantahari, S.E, sebagai bagian dari program berkelanjutan Gerakan Rakyat Peduli Stunting (GERAK).
Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah pemangku kepentingan strategis, antara lain Camat Paguyaman Pantai, Steve Dj. Ahaliki, S.Stp, Kepala Puskesmas Paguyaman Pantai, dr. Jubaida Alirauf, Kepala KUA Kecamatan Paguyaman Pantai, Bahril Pakaya, S.Hi, serta Kepala Desa Diloato, Hendri Paloa.
Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk membangun koordinasi lintas sektor dalam rangka menyusun langkah taktis yang terarah untuk menurunkan prevalensi stunting, terutama di desa-desa dengan tingkat risiko tinggi.
Dalam sambutannya, Hardianto Bantahari, S.E menyampaikan bahwa stunting bukan sekadar isu gizi, tetapi cerminan dari kondisi sosial, ekonomi, dan kesadaran kolektif masyarakat.
“Mini loka karya ini bukan hanya rutinitas formal, tetapi upaya kita untuk menyamakan irama kerja, memperkuat sinergi, dan menanamkan kesadaran bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama. Mulai dari layanan kesehatan, tokoh agama, hingga kepala desa – semua harus punya peran aktif,” ungkap Hardianto.
Ia juga menekankan pentingnya peran desa dalam mendeteksi keluarga berisiko stunting serta memastikan intervensi yang tepat, seperti edukasi gizi, pemantauan ibu hamil dan balita, serta penguatan posyandu.
Sementara itu, Kepala Desa Hendri Paloa dalam sesi diskusi menyatakan kesiapannya untuk mendukung program ini hingga ke tingkat dusun. Menurutnya, keberhasilan program pencegahan stunting sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan dari semua lini.
Mini Loka Karya Gerak 1 Kecamatan Paguyaman Pantai ditutup dengan rumusan rencana tindak lanjut yang berfokus pada peningkatan koordinasi antara desa, puskesmas, KUA, serta tim penyuluh sebagai ujung tombak edukasi di masyarakat.
























