BOALEMO (JM) – Kepala UPTD Puskesmas Bongo II, I Wayan Yasa, mengimbau masyarakat Kecamatan Wonosari, khususnya mereka yang termasuk dalam populasi kunci dan populasi sangat terpengaruh (SPN), untuk melakukan hubungan seksual yang aman serta rutin memeriksakan diri. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya jumlah kasus HIV di wilayah Provinsi Gorontalo.
Menurut I Wayan Yasa, kelompok populasi kunci—seperti pria yang berhubungan seks dengan pria, pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan waria—merupakan kelompok yang paling rentan tertular HIV. Berdasarkan data internal, pada tahun 2022, kasus HIV yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Bongo II sebagian besar berasal dari kelompok ini.
“Kami mengimbau masyarakat Wonosari, khususnya yang termasuk dalam populasi kunci dan SPN, untuk lebih waspada. Gunakan alat pelindung saat berhubungan seksual dan lakukan pemeriksaan HIV secara rutin di Puskesmas Bongo II. Layanan kami bersifat rahasia dan gratis,” kata I Wayan Yasa, Kamis (30/5/2025).
Ia menambahkan bahwa peningkatan kasus HIV ini merupakan peringatan serius bahwa penularan masih terjadi di tingkat lokal. Oleh karena itu, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Masyarakat jangan takut atau malu untuk memeriksakan diri. Semakin cepat diketahui, semakin cepat pula ditangani,” tegasnya.
Selain mengajak masyarakat melakukan tes, I Wayan Yasa juga mengingatkan pentingnya menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Menurutnya, stigma hanya akan memperburuk situasi dan membuat ODHA enggan mencari pertolongan medis. (JM)
























