BOALEMO (JM) – Merayakan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Aliansi Jurnalis Boalemo (AJB) menunjukkan wajah lain dari profesi pers. Tak membawa kamera atau buku catatan untuk meliput, puluhan jurnalis justru menyambangi pemukiman warga prasejahtera dengan membawa paket sembako sebagai wujud kepedulian nyata.
Ketua AJB, Bobi Amir, mengungkapkan bahwa aksi sosial ini lahir dari keresahan para jurnalis yang setiap hari menyaksikan langsung potret kesulitan ekonomi masyarakat di lapangan. Baginya, pers memiliki tanggung jawab moral untuk hadir sebagai bagian dari solusi.
“Kami sadar bahwa saat ini kondisi ekonomi sedang tidak mudah. Melalui momen Hari Pers ini, kami ingin menyapa warga bukan melalui berita, tapi melalui tindakan nyata yang langsung menyentuh dapur mereka,” ujar Bobi Amir di sela-sela kegiatan.
Aksi berbagi ini dirasa sangat tepat momentumnya. Selain memperingati HPN, bantuan disalurkan hanya beberapa hari menjelang bulan suci Ramadan. Di tengah tren kenaikan harga bahan pokok yang biasanya terjadi menjelang puasa, paket sembako ini menjadi “oase” bagi warga yang membutuhkan.
Bobi menambahkan bahwa kegiatan ini sudah menjadi agenda tahunan AJB sebagai bentuk rasa syukur dan kepedulian antarsesama.
“Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa sedikit meringankan beban saudara-saudara kita, terutama dalam menyambut bulan suci Ramadan dengan hati yang lebih tenang,” tambahnya.
Langkah taktis yang dilakukan AJB ini mendapat apresiasi luas dari warga setempat. Kehadiran para pemburu berita di tengah pemukiman kumuh dan rumah warga miskin membuktikan bahwa pers di Boalemo tidak hanya berperan sebagai pengawal demokrasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Melalui aksi ini, AJB berharap dapat menjadi pemantik bagi komunitas atau organisasi lain di Boalemo untuk saling bahu-membahu. Kolaborasi antar-elemen masyarakat dianggap kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi, terutama bagi warga di tingkat bawah yang paling terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Pers kini membuktikan diri: mereka tidak hanya piawai merangkai kata, tapi juga tulus dalam mengulurkan tangan. (JM)
























