Home / Kabupaten Boalemo

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:55 WITA

Hidup Sebatang Kara di Dego-Dego dalam Kondisi Stroke, Rani Akhirnya Dievakuasi Pemerintah Boalemo

BOALEMO (JM) – Di sebuah bangunan kayu sederhana yang terbuka di Dusun III, Desa Pentadu Barat, Kabupaten Boalemo, seorang perempuan paruh baya menjalani hari-harinya dalam kesunyian yang mendalam. Tak ada keluarga yang mendampingi, tak ada rumah layak yang melindungi. Hanya sebuah dego-dego (balai-balai) tua yang menjadi tempat berteduh bagi Rani Harun (49).

Dalam kondisi tubuh yang melemah akibat terserang stroke ringan, Rani harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup. Tanpa penghasilan dan kemampuan fisik yang memadai, ia hanya bisa mengandalkan belas kasihan serta kebaikan hati warga sekitar untuk sekadar mengisi perut sehari-hari.

 

Kondisi memprihatinkan yang dialami Rani memicu empati mendalam dari warga sekitar hingga akhirnya terdengar oleh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo. Mendengar kabar tersebut, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, langsung mengambil tindakan tegas dengan menginstruksikan pembentukan tim evakuasi pada 10/06/2026.

Tak butuh waktu lama, aparat Desa Pentadu Barat bergerak cepat berkolaborasi dengan Dinas Sosial serta Dinas Kesehatan untuk melakukan kunjungan lapangan dan pendampingan langsung di lokasi tempat Rani berlindung.

Intervensi Sosial: Tim Program Penjangkauan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dan Disabilitas Terlantar segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen menyeluruh terhadap kondisi fisik, psikologis, dan kebutuhan mendesak Rani Harun.

 

Saat ini, Rani telah berhasil dievakuasi dan ditempatkan di Rumah Singgah DAMAI untuk mendapatkan perawatan yang jauh lebih layak serta pendampingan sosial yang intensif.

Langkah Jangka Pendek: Pemulihan kondisi fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar di Rumah Singgah.

Langkah Lanjutan: Evaluasi kesehatan menyeluruh oleh tim medis.

Rencana Rujukan: Rani dijadwalkan akan segera dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif terkait penyakit stroke yang dideritanya.

 

Kisah pilu Rani Harun menjadi pengingat kuat bagi semua pihak bahwa masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem dan membutuhkan uluran tangan bersama. Kehadiran pemerintah melalui Program Penjangkauan PPKS dan Disabilitas Terlantar ini membuktikan bahwa kepedulian serta laporan aktif dari masyarakat mampu menjadi pintu penyelamat bagi nyawa sesama yang selama ini luput dari jangkauan pelayanan sosial.

Di balik kesederhanaan dego-dego tua yang menjadi saksi bisu perjuangannya, kini secercah harapan baru mulai tumbuh bagi Rani. Harapan untuk kembali pulih, mendapatkan kehidupan yang lebih manusiawi, dan merasakan langsung kehadiran negara di saat dirinya berada dalam kondisi paling membutuhkan pertolongan. (JM)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Boalemo

Harijanto Mamangkey Walk Out di Sidang Paripurna DPRD Boalemo, Ternyata Ini Penyebabnya

Kabupaten Boalemo

Sekda Sherman Terima Study Komparatif Anggota DPRD Kabupaten Sigi

Kabupaten Boalemo

Plt Bupati Anas Jusuf Evaluasi Kinerja 3 Dinas

Kabupaten Boalemo

Penjabup Hendriwan Lantik Penjabat Kades Tanah Putih dan PAW BPD se Kecamatan Dulupi

Kabupaten Boalemo

Pemkab Boalemo Matangkan Persiapan Ramadhan Fair dan Festival Tumbilotohe 2026

Kabupaten Boalemo

96 Kepsek Dilantik, Kadis Irwan Minta Kepsek dan Guru Harus Berinovasi Mengajar

Kabupaten Boalemo

Penjabup Hendriwan Minta Kepsek Ikuti Simulasi Pengisian Aplikasi Inovasi Government Award Dengan Baik

Kabupaten Boalemo

MARWAH dan Ratusan Bentor Warnai Pendaftaran Pilkada Boalemo