BANJARBARU (JM) – Kabupaten Boalemo semakin memantapkan posisinya di panggung nasional. Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, hadir langsung memenuhi undangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam peluncuran Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang digelar di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).
Langkah ini menandai babak baru bagi pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Gorontalo, di mana Boalemo terpilih sebagai garda terdepan pelaksanaan proyek mercusuar tersebut.
Ada hal menarik di balik kehadiran Rum Pagau. Undangan tersebut dikabarkan datang langsung melalui sambungan telepon pribadi dari Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Kedekatan personal ini menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan Rum Pagau memiliki posisi tawar (bargaining position) yang kuat di mata pemerintah pusat, sekaligus memastikan aspirasi daerah tersampaikan secara langsung ke level tertinggi.
Dari total 34 provinsi, Boalemo resmi ditunjuk sebagai titik pembangunan SRT di wilayah Gorontalo. Proyek ambisius ini akan berlokasi di Desa Bongo III, Kecamatan Wonosari, dengan rincian teknis dengan
Detail Proyek | Keterangan |
|---|---|
Luas Lahan | 10 Hektar |
Alokasi Anggaran | Rp272 Miliar+ |
Lokasi | Desa Bongo III, Kec. Wonosari |
Konsep | Integrasi Pendidikan, Sosial, dan Ekonomi |
“Ini adalah berkah besar bagi masyarakat Boalemo. Pembangunan ini bukan sekadar fisik gedung, melainkan investasi masa depan bagi generasi kita dan mesin baru penggerak ekonomi lokal,” tegas Rum Pagau di sela-sela acara.
Guna memastikan proyek ini berjalan mulus tanpa kendala administratif, Bupati didampingi oleh tim strategis yakni Kepala Dinas Sosial, Syafrudin Kadir Lamusu, dan Staf Khusus Bupati, Ilham Pakaya.
Langkah selanjutnya, Menteri Sosial dijadwalkan akan segera terbang ke “Bumi Damai Bertasbih” untuk melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking). Kehadiran tim teknis di Kalimantan Selatan bertujuan untuk menyinkronkan data lahan agar eksekusi di lapangan dapat dilakukan secepat mungkin. (JM)
























