Home / Kabupaten Boalemo / Parlemen / Politik / Opini

Jumat, 12 Maret 2021 - 20:54 WITA

Anggota Fraksi Demokrat Walk Out di Rapat Pergeseran Refocusing

Hardi Mopangga

Hardi Mopangga

BOALEMO(JM) — Salahsatu anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Boalemo dari Fraksi Partai Demokrat Hardi Mopangga, Walk Out di rapat Banggar bersama tim anggaran Pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Boalemo yang membahas pergeseran Refocusing tahun 2021, yang dilaksanakan di ruang Ketua DPRD Boalemo, Jumat (12/3/2021).

Kepada wartawan Jmedia.id Hardi Mopangga menjelaskan, alasannya keluar di rapat Banggar tersebut. Dimana, pihaknya menyayangkan pihak eksekutif tidak membagikan dokumen pergeseran Refocusing. Menurutnya pembahasan tidak maksimal karena tidak ada dokumen disodorkan oleh pemerintah daerah.

“Tidak ada dokumen yang dibagi, hanya anggaran gelondongan. Dikhawatirkan akan terjadi manipulasi data manipulasi anggaran dan kita terjebak dalam kesalahan berjamaah. Makanya saya tadi, dari Fraksi Partai Demokrat melakukan Walk Out di pembahasan itu, karena meminta saat dokumen dari eksekutif, tapi pihak eksekutif belum siap di pembahasan pergeseran Refocusing,” ungkap Hardi.

Selanjutnya Hardi menjelaskan, Walk Out ini yang dilakukan oleh anggota Fraksi Partai Demokrat ini, untuk menjaga persoalan dikemudian hari, dan terjadi kesalahan pemanfaatan anggaran. Sementara anggaran ini tidak kita bahas. Karena anggarannya tidak sama dengan yang digeser, hanya bersifat gelondongan.

“Makanya tadi Fraksi Demokrat, tadi saya keluar dari forum pembahasan dan mempersilahkan anggota Banggar melanjutkan pembahasan pergeseran refocusing, ketika dokumennya kita minta tidak ada. Dan rencananya akan disahkan malam ini pengesahannya,” kata Hardi.

“Dan ini kejadian yang sangat langka, pembahsan pergeseran sangat kilat dan diminta ditetapkan, maka saya keluar. Karena saya khawatir akan terjadi masalah baru,” sambung Hardi.

Menyikapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat Hardi Mopangga mengatakan, akan menyampaikan hal-hal lain yang fatal terkait soal kinerja pemerintah daerah. Dimana, terkesan buru-buru sehingga mengakibatkan banyak teguran dari pemerintah pusat.

“Ada hal-hal lain yang bobrok yang akan disampaikan oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat, namun disayangkan Aleg 3 periode ini masih merahasiakan untuk di publis. “ Mohon maaf, kalau info itu belum saya sampaikan,” kata hardi yang kemudian meninggalkan wartawan. (Iyan)

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Plt Bupati Anas Jusuf Bantu Modal Usaha UMKM Kopi Pabuto di Kecamatan Wonosari 

Kabupaten Boalemo

Rico Djaini Sarankan Vaksinasi Covid-19 Diawali Dari Pimpinan Daerah

Kabupaten Boalemo

Mini Loka Karya Gerak 1 Kecamatan Mananggu Dorong Penguatan Aksi Cegah Stunting Berbasis Data dan Kolaborasi

Parlemen

Timsel Umumkan 14 Calon Lolos Tahap Uji Kompetensi KPID Gorontalo 2026–2029

Kabupaten Boalemo

Polres Boalemo Tunda Pendaftaran Bapaslon Marwah Demi Stabilitas dan Keamanan

Daerah

Bupati Rum Pagau: Pramuka Bentuk Kader Pemimpin Bangsa yang Paripurna

Kabupaten Boalemo

Dinas Perpustakaan Gelar Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno

Kabupaten Boalemo

Bagian Kesra Gelar STQH ke – XXVI Tingkat Kabupaten Boalemo