BOALEMO (JM) – Dalam rangka kunjungan reses perdana masa persidangan ketiga tahun 2025, sejumlah anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Daerah Pemilihan (Dapil) 6 melakukan pertemuan bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo yang di gelar di ruang kerja Bupati Boalemo. Senin, (23/6/2025).
Pertemuan ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Boalemo, Sekretaris Daerah, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Boalemo, antara lain BPBD, PUPR, Kominfo, Kesbangpol, Dinas Kesehatan, Bappeda, BPNPTSP, BPKAD, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, serta Dinas Sosial.
Sementara dari DPRD Provinsi Gorontalo turut hadir Wakil Ketua DPRD, La Ode Haimudin, serta anggota dewan dari Dapil 6 yakni Limonu Hippy, Wahyu Moridu, I Wayan Sudiarta, Anas Yusuf, Mikson Yapanto, dan Sapia Tuna.
Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu strategis daerah menjadi pembahasan, antara lain persoalan izin tambang, aktivitas perkebunan sawit, serta pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Anggota DPRD, Limonu Hippy menyoroti persoalan izin tambang dan operasi perusahaan kelapa sawit di wilayah Boalemo. Ia menegaskan komitmen seluruh anggota DPRD Dapil 6 untuk konsisten membangun daerah.
“Semua kami Dapil 6, insyaallah konsisten membangun untuk kemajuan daerah kita masing-masing,” ucap Limonu.
Sementara itu, Wahyu Moridu menambahkan bahwa persoalan perkebunan sawit di Boalemo sangat kompleks, terutama menyangkut aspek hukum dan penggunaan lahan.
“Masalahnya menyangkut Undang-Undang Perkebunan, serta isu tanah terlantar dan kewajiban pajak pertambahan nilai (PPN),” jelas Wahyu.
Anggota dewan lainnya, Anas Yusuf, menyoroti program UMKM yang dijadwalkan akan disalurkan pada bulan Juli. Ia juga mendorong dukungan bersama terhadap konsep pembangunan kawasan ekonomi khusus (KEK) yang digagas pemerintah.
“Masalah infrastruktur memang menjadi perhatian utama. Konsep kawasan ekonomi khusus ini perlu kita dukung bersama,” kata Anas.
Sementara itu, I Wayan Sudiarta dari Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya ketahanan pangan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Terkait bencana, mitigasi itu perlu. Saya berharap seluruh OPD memikirkan secara serius soal ini. Kami di Komisi III siap mengawal,” tegas Wayan Sudiarta.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati Boalemo menyampaikan apresiasi. Kunjungan reses ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan legislatif dalam merespons kebutuhan masyarakat. (JM)
























