Home / Headline / News

Selasa, 21 Oktober 2025 - 07:01 WITA

Wapres BEM UNG Kecam Wali Kota Gorontalo, Sebut Pernyataannya Lukai Dunia Akademik

Gufran Yadjitala, Wapres BEM Universitas Negeri Gorontalo

Gufran Yadjitala, Wapres BEM Universitas Negeri Gorontalo

GORONTALO (JM) — Wakil Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Gufran Yajitala, mengecam pernyataan Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, yang dinilai telah merendahkan martabat Fakultas Hukum UNG beserta dosen dan civitas akademika.

Kecaman itu disampaikan Gufran menanggapi pernyataan Wali Kota saat merespons kritik akademik dan yuridis dari salah satu dosen Fakultas Hukum UNG terkait penggunaan trotoar sebagai tempat berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL).

“Jika seorang pejabat publik menerima kritik dari akademisi, maka jawaban yang diberikan seharusnya berbasis argumentasi ilmiah, bukan menyerang institusi pendidikan,” ujar Gufran, Senin (21/10/2025).

“Kritik akademik harus dijawab secara akademis dan substantif agar rakyat memperoleh nilai dan pendidikan publik yang benar, bukan malah dengan merendahkan institusi Fakultas Hukum UNG,” tambahnya.

Menurut Gufran, respon emosional yang ditunjukkan Wali Kota menunjukkan bahwa Tim Kerja Wali Kota (TKW) Bidang Hukum tidak mampu mengelola kritik secara profesional. Akibatnya, perdebatan yang seharusnya berada dalam ranah akademik justru melebar hingga menyinggung lembaga pendidikan.

Ia juga menegaskan bahwa Fakultas Hukum UNG merupakan institusi yang memiliki kontribusi besar di bidang hukum.

“FH UNG telah banyak melahirkan praktisi hukum, pejabat publik, penegak hukum, advokat, hingga akademisi nasional. Banyak pula dosen kami yang aktif di Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN-HAN),” ungkapnya.

Atas pernyataan yang dinilai merendahkan tersebut, BEM UNG mendesak Wali Kota Gorontalo untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik.

“Kami meminta agar Wali Kota segera menyampaikan permohonan maaf terbuka. Ini bukan sekadar soal nama Fakultas Hukum UNG, tetapi tentang martabat dunia pendidikan dan akal sehat demokrasi,” tutup Gufran.

Share :

Baca Juga

News

JMSI Maluku Terbentuk, Ini Anggota Medianya

News

Ini Alasan Masyarakat Batu Papan Minta Pabrik PT KAS Inhu Ditutup

News

Wakil Bupati Boalemo Temui Rachmat Gobel Bahas DAK Infrastruktur

News

Terlibat Pencurian Toko di Boalemo, Satu Pelaku Ditangkap di Wilayah Sulut

News

Gelar Dialog di IKN, FPKS se-Kaltim Tuntut Kepedulian Pemerintah Terhadap Nasib Petani Sawit

News

Menteri Nusron Minta Jajaran Kanwil BPN Provinsi Bali Jawab Tantangan Birokrasi Modern

News

Kehadiran Menteri AHY sebagai Lulusan Terbaik Berikan Semangat bagi Siswa SMA Taruna Nusantara

Headline

Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Pantungo