Home / News

Rabu, 19 November 2025 - 18:45 WITA

Pansus SOTK Deprov Gorontalo Selesaikan Laporan Akhir Terkait Revisi Struktur OPD

screenshot laporan keterangan pansus SOTK Deprov Gorontalo

screenshot laporan keterangan pansus SOTK Deprov Gorontalo

GORONTALO (JM) — Panitia Khusus yang membahas Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) provinsi Gorontalo menyampaikan laporan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 11 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, pada Rapat Paripurna yang digelar Senin, 17/11/ 2025.

Pansus yang dipimpin Umar Karim itu dibentuk pada 20 Oktober 2025 melalui Keputusan DPRD Nomor 15 Tahun 2025. Pembahasan dilakukan bersama jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo serta melibatkan perancang peraturan perundang-undangan dari Kementerian Hukum dan HAM.

Dalam laporannya, Pansus menjelaskan bahwa perubahan Perda diperlukan untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah agar lebih efisien, efektif, dan responsif, sesuai ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2014 dan PP Nomor 18 Tahun 2016. Struktur perangkat daerah sebelumnya dinilai mengalami pembesaran organisasi yang tidak lagi proporsional.

Selama pembahasan, Pansus dan pihak eksekutif sepakat sejumlah penyesuaian materi Ranperda, antara lain:

  • Penegasan kembali asas efisiensi, efektivitas, dan rentang kendali dalam konsideran.
  • Perbaikan penulisan dasar hukum sesuai hierarki peraturan perundang-undangan.
  • Penataan ulang urusan bidang pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga.
  • Perubahan nomenklatur beberapa dinas berdasarkan beban kerja dan kebutuhan pelayanan publik.
  • Penyesuaian struktur Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Ketahanan Pangan sesuai hasil fasilitasi Kemendagri.

Pansus juga melakukan konsultasi ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN-RB, serta kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk memperdalam efektivitas pemisahan urusan pendapatan dan keuangan daerah.

Hasilnya, beberapa struktur organisasi daerah disepakati untuk dirampingkan, sementara sebagian urusan dipindahkan untuk menyesuaikan beban kerja perangkat daerah. Termasuk pengembalian urusan kebudayaan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta penggabungan urusan kepemudaan dan olahraga ke Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Dalam ketentuan peralihan, pemerintah daerah diberi ruang menyesuaikan anggaran OPD baru pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 apabila struktur baru belum dapat diterapkan pada APBD induk.

Pansus menyatakan seluruh perubahan materi Ranperda telah memenuhi aspek sosiologis, filosofis, dan yuridis, sehingga layak untuk ditetapkan pada pembicaraan tingkat II Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo.

Share :

Baca Juga

News

Menteri Nusron Hadiri Puncak Hakordia 2024, Sejumlah Kanwil BPN dan Kantor Pertanahan Raih Penghargaan Perbaikan Tata Kelola Pemda

News

JMSI Maluku Terbentuk, Ini Anggota Medianya

News

Peduli Kemajuan UMKM, Bapas Gorontalo Serahkan Bantuan Modal Kerja Kepada Klien Pemasyarakatan

News

Terima Apresiasi atas Penerbitan KKPR Pertamina Group, Menteri Nusron: Untuk Sukseskan Ketahanan dan Swasembada Energi

News

Kerja Sama Kanwil BPN Provinsi dan Kantah se-Jawa Timur dengan PWNU, Menteri Nusron: Untuk Percepatan Sertipikasi Tanah Milik NU

News

Hadiri Rakornas, KPU Boalemo Bahas Jadwal Penetapan Calon Pilkada 2024

News

Buka Rakor GTRA Jatim, Dirjen Penataan Agraria Sampaikan Peran Reforma Agraria dalam Mendukung Asta Cita

News

Annisa Yudhoyono Ajak Ikatan Istri Dan Karyawati Kementerian ATR/BPN Untuk Sosialisasi Lewat Jalur Pertemanan