Home / BPN

Rabu, 27 Mei 2026 - 20:12 WITA

Jadi Khatib Iduladha, Menteri Nusron Sampaikan Pesan untuk “Sembelih” Ego dan Keserakahan

Jakarta (JM) – Gema takbir yang berkumandang menjadi pengingat akan kebesaran Allah SWT sekaligus menegaskan kembali pesan utama Iduladha, yakni ketakwaan yang harus berjalan seiring dengan tumbuhnya rasa kemanusiaan dalam diri setiap muslim. Hal itu disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN), Nusron Wahid, saat menjadi khatib dalam salat Iduladha 1447 H di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jakarta, Rabu (27/05/2026).

 

“Di balik semua takbir dan semarak kurban ini, ada pesan besar yang tidak boleh kita lupakan dalam Iduladha. Iduladha bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menyembelih ego, hawa nafsu, keserakahan, dan rasa tidak peduli kita kepada sesama, terutama sesama umat manusia,” ujar Menteri Nusron.

 

Menurutnya, ibadah kurban pada hakikatnya merupakan proses menundukkan diri, membersihkan hati, dan melatih keikhlasan agar manusia tidak terjebak pada kepentingan pribadi semata. “Semakin tinggi ketakwaan seseorang kepada Allah, seharusnya semakin besar kepeduliannya umat manusia tersebut kepada manusia lainnya,” tutur Menteri Nusron.

 

Di hadapan ratusan jamaah salat Iduladha, Menteri Nusron mengingatkan, yang sampai kepada Allah SWT bukanlah bentuk fisik kurban, melainkan ketulusan niat dan ketakwaan sebagaimana disebut dalam surat Al-Hajj ayat 37. Dari ketakwaan itu bisa melahirkan manusia yang rela berkorban demi kebaikan, bukan manusia yang hanya mementingkan diri sendiri.

 

Bagi umat yang hidup di masa ini, Menteri Nusron menyebut tantangan yang dihadapi bukan sekadar kemiskinan materi, namun juga kemiskinan hati. Keadaan di mana banyak orang berkecukupan tapi kehilangan, empati berilmu tetapi kasar, atau rajin beribadah namun sulit menghargai orang lain.

 

“Padahal Rasulullah SAW mengajarkan sekaligus mengingatkan kepada kita, tidak sempurna iman seseorang sampai ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri,” ujar Menteri Nusron.

 

Menteri Nusron berpesan agar momen Iduladha dijadikan ruang refleksi bagi umat Islam untuk menilai apakah ibadah yang dijalankan telah membawa perubahan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, ketakwaan yang benar akan selalu melahirkan empati dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.

 

Ia juga mengajak jamaah menjadikan Iduladha sebagai momentum memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat hubungan antarsesama manusia. “Kalau ada yang renggang, mari kita damaikan. Kalau ada yang terluka, mari kita maafkan. Karena, ketakwaan sejati bukan hanya di sajadah, tetapi juga dalam kepedulian kepada sesama,” pungkas Menteri Nusron. (JM)

Share :

Baca Juga

BPN

Manfaat Sertipikasi Tanah Ulayat, Kementerian ATR/BPN: Bukan Hanya untuk Masyarakat Adat Tapi Semua Pihak

BPN

Raker Bersama Pansus DPR RI, Menteri Nusron Targetkan Kebijakan Satu Peta Rampung Lebih Cepat

BPN

Tinjau PELATARAN di Kantah Kota Banjarbaru, Wamen Ossy: Hindari Masyarakat Menunggu Terlalu Lama di Loket

BPN

Cerita Petani Anggur Duyu Bangkit: Reforma Agraria Tak Hanya Soal Tanah, tapi Juga Kemandirian

BPN

Serahkan Sertipikat Hak Pakai untuk Lemhannas RI, Menteri Nusron: Perkuat Kepastian Hukum Aset Negara

BPN

Kantor Pertanahan di Sumut Buka Layanan saat Libur Lebaran, Pastikan Masyarakat Tetap Terlayani dalam Masa Mudik

BPN

Menteri Nusron Tegaskan Kehadiran Negara Lindungi Hak Atas Tanah bagi Masyarakat Terdampak Bencana

BPN

Hadiri Perayaan Natal, Wamen Ossy: Notaris dan PPAT Punya Peran Strategis Hadirkan Negara bagi Masyarakat