Boalemo (JM) – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting, Dinas Pengendalian Kependudukan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo menyelenggarakan Mini Lokakarya (MINLOK) di Kecamatan Paguyaman Pantai (21/02/24). Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat setempat, tenaga kesehatan, dan beberapa pemangku kepentingan di bidang kesehatan.
Acara dimulai dengan sambutan dari Kepala Bidang Penyuluhan Advokasi dan Penggerak, Heriyanto Akili, yang dalam paparannya menegaskan bahwa stunting merupakan masalah serius yang berdampak langsung pada kualitas hidup anak serta masa depan daerah. “Untuk mengatasinya, kami fokus pada tiga langkah utama: pertama, memperkuat edukasi tentang pola makan bergizi dan kesehatan reproduksi; kedua, memastikan layanan kesehatan ibu dan anak dapat diakses hingga tingkat desa; dan ketiga, menggerakkan masyarakat agar aktif mendukung program ini melalui posyandu dan pemanfaatan sumber daya lokal,” jelas Heriyanto.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan upaya ini sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan masyarakat adalah kunci keberhasilan. Dengan komitmen bersama, kita dapat mengurangi angka stunting di Kabupaten Boalemo.”
Acara ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan pandangan dan tantangan yang dihadapi dalam upaya pencegahan stunting. Selain itu, data terbaru terkait angka stunting di wilayah Kecamatan Paguyaman Pantai juga dipaparkan oleh tim kesehatan setempat. Kepala Puskesmas Kecamatan Paguyaman Pantai menekankan pentingnya deteksi dini dan pemberian makanan tambahan bergizi bagi balita sebagai langkah konkret dalam menurunkan angka stunting.
Heriyanto menutup kegiatan dengan pernyataan motivasi, “Kegiatan ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Boalemo. Pencegahan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Dengan edukasi yang tepat, kami berharap masyarakat lebih memahami pentingnya gizi, pola asuh yang baik, dan akses terhadap layanan kesehatan. Mari kita bersama-sama membangun generasi sehat dan berkualitas untuk masa depan yang lebih baik.”
Mini Lokakarya ini menjadi bagian dari strategi DPPKBP3A untuk meningkatkan kualitas kesehatan anak-anak di Kabupaten Boalemo. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya peran mereka dalam mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak-anak di lingkungan mereka. (JM)
























