Home / Daerah

Selasa, 23 April 2024 - 16:48 WITA

DPPKBP3A Boalemo Gelar Minlok II di Kecamatan Mananggu

Boalemo (JM) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo menggelar Mini Lokakarya bertema sosialisasi stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mananggu ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris DPPKBP3A Nurhayati Muhdin, Satgas Stunting, Staf Penyuluhan Advokasi dan Penggerak KB, Koordinator Penyuluh KB, Kepala Puskesmas Mananggu, dan Camat Mananggu, (23/02/24).

Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab terjadinya stunting, kondisi balita yang mengalami stunting, dampaknya, serta cakupan data stunting di tingkat kecamatan se-Kabupaten Boalemo untuk tahun 2024.

Dalam sambutannya, Sekretaris DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Nurhayati Muhdin, menyampaikan bahwa stunting merupakan isu kesehatan yang harus segera ditangani karena berdampak pada masa depan generasi penerus bangsa.

“Stunting terjadi akibat berbagai faktor, termasuk asupan gizi yang tidak mencukupi sejak masa kehamilan, pola asuh yang kurang tepat, dan sanitasi yang buruk. Kondisi ini berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Berdasarkan data stunting tahun 2024 di tingkat kecamatan se-Kabupaten Boalemo, masih terdapat tantangan besar yang perlu kita tangani bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Mini Lokakarya ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar kita dapat menurunkan angka stunting di daerah ini,” ujar Nurhayati Muhdin.

Lebih lanjut, Nurhayati menjelaskan bahwa dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik anak yang lebih pendek dari usia sebayanya, tetapi juga pada kemampuan belajar dan produktivitas di masa dewasa. “Jika kita tidak menanggulangi stunting sejak dini, dampaknya akan dirasakan hingga generasi mendatang. Maka dari itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanganan stunting,” tambahnya.

Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memaparkan data terbaru mengenai cakupan stunting di Kabupaten Boalemo, sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyusun strategi intervensi yang lebih efektif.

DPPKBP3A Kabupaten Boalemo berharap, dengan adanya kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat dan sinergi antar-pihak terkait dapat berjalan optimal. (JM)

Share :

Baca Juga

Kabupaten Boalemo

Ini Pesan Anas Saat Buka Hadiri Vaksinasi di Kecamatan Wonosari

Kabupaten Boalemo

Terima Kunjungan Tim PPK, Bupati Boalemo Tekankan Proyek Kampung Nelayan Merah Putih Selesai Tepat Waktu

Kabupaten Boalemo

Persiapan Pemilu 2024: Puskesmas Bongo II Gelar Senam Bersama Petugas Pemilu

Kabupaten Pohuwato

Nasir : DPRD Pohuwato Siap Kawal Kehadiran Investasi Pertambangan Pani Gold Project

Kabupaten Boalemo

Boalemo Cetak Sejarah: Jadi Lokasi Proyek Strategis Nasional “Sekolah Rakyat Terintegrasi” Senilai Rp272 Miliar

Kabupaten Boalemo

Tinjau Banjir, Sekda Sherma Moridu Serahkan Bantuan Makanan Cepat Saji

Daerah

Bupati Boalemo Lantik Anggota PAW BPD di Empat Desa

Daerah

Bupati Sherman Terima Kunjungan Kabinda Gorontalo