Boalemo (JM) – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Boalemo menggelar Mini Lokakarya bertema sosialisasi stunting. Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Penyuluhan KB Kecamatan Mananggu ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris DPPKBP3A Nurhayati Muhdin, Satgas Stunting, Staf Penyuluhan Advokasi dan Penggerak KB, Koordinator Penyuluh KB, Kepala Puskesmas Mananggu, dan Camat Mananggu, (23/02/24).
Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab terjadinya stunting, kondisi balita yang mengalami stunting, dampaknya, serta cakupan data stunting di tingkat kecamatan se-Kabupaten Boalemo untuk tahun 2024.
Dalam sambutannya, Sekretaris DPPKBP3A Kabupaten Boalemo, Nurhayati Muhdin, menyampaikan bahwa stunting merupakan isu kesehatan yang harus segera ditangani karena berdampak pada masa depan generasi penerus bangsa.
“Stunting terjadi akibat berbagai faktor, termasuk asupan gizi yang tidak mencukupi sejak masa kehamilan, pola asuh yang kurang tepat, dan sanitasi yang buruk. Kondisi ini berdampak serius terhadap perkembangan fisik dan kognitif anak. Berdasarkan data stunting tahun 2024 di tingkat kecamatan se-Kabupaten Boalemo, masih terdapat tantangan besar yang perlu kita tangani bersama. Oleh karena itu, kegiatan seperti Mini Lokakarya ini penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pemangku kepentingan agar kita dapat menurunkan angka stunting di daerah ini,” ujar Nurhayati Muhdin.
Lebih lanjut, Nurhayati menjelaskan bahwa dampak stunting tidak hanya terlihat pada fisik anak yang lebih pendek dari usia sebayanya, tetapi juga pada kemampuan belajar dan produktivitas di masa dewasa. “Jika kita tidak menanggulangi stunting sejak dini, dampaknya akan dirasakan hingga generasi mendatang. Maka dari itu, kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya penanganan stunting,” tambahnya.
Selain sosialisasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memaparkan data terbaru mengenai cakupan stunting di Kabupaten Boalemo, sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyusun strategi intervensi yang lebih efektif.
DPPKBP3A Kabupaten Boalemo berharap, dengan adanya kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting semakin meningkat dan sinergi antar-pihak terkait dapat berjalan optimal. (JM)
























