GORONTALO (JM) – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Gorontalo menggelar audiensi strategis bersama Pemerintah Kabupaten Boalemo guna menyampaikan hasil pengawasan tahun 2025 serta rencana pembinaan tahun 2026. Pertemuan yang di laksanakan di Kantor BPKP Perwakilan Gorontalo di Gorontalo, Jumat (13/02/2026) ini difokuskan pada percepatan implementasi Sistem Pengendalian Internal Pemerintah (SPIP) Terintegrasi sebagai motor penggerak pencapaian target RPJMD.
Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Gorontalo, Mohammad Riyanto, SE, Ak, CFra, CA, CGCAE, mengungkapkan catatan penting terkait kondisi di Kabupaten Boalemo. Diketahui bahwa dalam dua tahun terakhir (2024-2025), penilaian SPIP belum dilakukan akibat ketidaksiapan dokumen di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Kami menduga pimpinan OPD masih banyak yang belum memahami urgensi SPIP Terintegrasi. Jangan sampai hanya asesor yang menguasai, sementara implementasi di lapangan belum mencapai Level 3 (Terdefinisi). Inspektorat harus berada di garda terdepan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban regulasi, tapi harus mendrive program strategis daerah,” tegas Riyanto.
Sepanjang tahun lalu, BPKP Gorontalo telah melakukan langkah nyata melalui 408 Kegiatan Assurance (Penjaminan) dan 84 Kegiatan Consulting (Konsultansi).
Menanggapi hal tersebut, Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, mengakui adanya kendala internal akibat dinamika mutasi jabatan di masa transisi pemerintahan sebelumnya. Ia sepakat bahwa sinergi adalah satu-satunya jalan keluar.
“Saya setuju dengan strategi kolaborasi. Kita lihat contoh Batam yang sulit menyaingi Singapura karena ego sektoral. Saya minta seluruh pimpinan OPD bekerja sungguh-sungguh, terutama yang mengampu program visi-misi Bupati. Inspektorat harus menjadi pilar penyelesai masalah,” ujar Rum Pagau.
Di sela-sela diskusi, suasana menjadi hangat saat Kepala Perwakilan BPKP memberikan kejutan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati Rum Pagau yang genap berusia 65 tahun pada hari ini, Jumat (13/02).
Beberapa pejabat teras Boalemo turut memberikan masukan krusial dalam sesi diskusi, dianteranya Inspektur Boalemo (Toska Muda), ia Menyatakan kesiapan penuh untuk meningkatkan nilai maturitas SPIP sebagai prioritas kerja ke depan. Sementara itu Plt. Sekda Meminta atensi khusus BPKP terkait Audit PAD Prioritas, termasuk optimalisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) melalui Samsat.
Terkait hal ini, Respon BPKP (Ibu Asri) Menjelaskan bahwa BPKP sedang menyusun dashboard untuk memetakan potensi PAD, baik dari sisi tata kelola maupun digitalisasi. “Kami siap melakukan pendampingan, bukan hanya audit,” tambahnya.
Melalui sinergi antara Pemkab Boalemo dan BPKP Gorontalo, diharapkan pengelolaan keuangan dan program strategis daerah dapat berjalan lebih akuntabel. Fokus utama di tahun 2026 adalah memastikan setiap perangkat daerah mampu mengimplementasikan pengendalian internal secara mandiri dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Boalemo. (JM).
























