TILAMUTA (JM) – Pemerintah Kabupaten Boalemo menyelenggarakan agenda buka puasa bersama masyarakat dhuafa dalam rangka memperingati satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Boalemo. Kegiatan khidmat tersebut dipusatkan di Rumah Dinas Bupati pada Jumat (20/2).
Acara yang berlangsung dengan suasana penuh kekeluargaan ini tidak hanya menjadi momentum silaturahmi antara jajaran birokrasi dan warga, tetapi juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial sebagai bentuk komitmen nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo menyalurkan sedikitnya 500 paket bantuan kepada masyarakat penerima manfaat. Bantuan ini merupakan realisasi dari pengelolaan zakat profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, dalam sambutannya menjelaskan bahwa sumber pendanaan bantuan ini berasal dari pemotongan zakat sebesar 2,5% dari gaji ASN yang dihimpun secara rutin setiap bulan.
“Bantuan yang diserahkan hari ini adalah wujud keikhlasan para ASN di Boalemo. Melalui penyisihan sebagian penghasilan mereka, kita dapat bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujar Rum Pagau.
Ia menambahkan bahwa zakat profesi ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban religius, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat solidaritas sosial dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati juga memberikan imbauan strategis kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menyukseskan gerakan “Sedekah Seribu Sehari”. Program ini diproyeksikan sebagai solusi kolektif yang berkelanjutan dalam menekan angka kemiskinan di Kabupaten Boalemo.
Bupati menegaskan bahwa kontribusi kecil yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak masif jika dikelola dengan manajemen yang transparan dan tepat sasaran.
Sebagai penutup, Rum Pagau memberikan pesan persuasif mengenai pentingnya disiplin dalam berbuat kebaikan. Ia mengingatkan bahwa konsistensi dalam ibadah dan kepedulian sosial memerlukan keteguhan hati.
“Lebih baik kita dipaksakan masuk surga, daripada dengan sukarela masuk neraka,” pungkasnya di hadapan para tamu undangan. (JM)
























