Home / News

Jumat, 6 Desember 2024 - 14:23 WITA

Wamen ATR/Waka BPN Antusias Kunjungi Kampung Reforma Agraria di Palu, Contoh Sukses Pemberdayaan Masyarakat

Nasional (JM) – Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, mengunjungi Kampung Reforma Agraria di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Rabu (04/12/2024). Dalam kunjungannya, Wamen Ossy begitu antusias melihat keberhasilan Kelompok Tani “Duyu Bangkit” dalam memanfaatkan lahan untuk kemakmuran masyarakat.

“Kawasan Reforma Agraria ini berhasil menjadi contoh kolaborasi yang baik antara pemerintah kota, Kantor Wilayah (Kanwil) BPN setempat, Kantor Pertanahan Palu, Bank Indonesia, dan pihak lainnya. Sinergi ini membawa manfaat signifikan bagi masyarakat, khususnya peningkatan pendapatan petani sejak kawasan ini ditetapkan (menjadi Kampung Reforma Agraria, red) pada 2021,” tutur Wamen Ossy.

Ossy Dermawan juga menyoroti pentingnya pengelolaan lahan dengan prinsip _closed loop system_ sebagai prototipe yang akan terus dikembangkan di Kawasan Reforma Agraria lainnya. “Model seperti ini, jika dikelola dengan baik, bisa mencapai tujuan Reforma Agraria untuk memberikan kemakmuran sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambahnya.

Redistribusi lahan dan legalisasi aset di Kawasan Reforma Agraria diharapkan dapat terus diperluas. Kisah sukses dari Kampung Reforma Agraria di Palu, yang dikenal sebagai penghasil anggur lokal ini, menjadi contoh nyata bagaimana Reforma Agraria dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Model ini diharapkan menjadi inspirasi untuk daerah lain di Indonesia.

Direktur Jenderal (Dirjen) Penataan Agraria, Yulia Jaya Nirmawati dalam kesempatan yang sama turut menegaskan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui akses reformasi agraria. “Pak Menteri Nusron menghendaki model pemberdayaan berbasis closed loop untuk memastikan aset yang diberikan bisa dimanfaatkan secara optimal. Hal ini melibatkan penyediaan akses permodalan, ekonomi, hingga pemasaran,” ujarnya.

Namun, ia juga menekankan perlunya fleksibilitas model sesuai kondisi daerah. “Tidak semua wilayah bisa menerapkan model yang sama. Seperti Kampung Reforma Agraria di Palu yang masyarakatnya memasarkan hasil produksi secara mandiri, ini juga menjadi alternatif pemberdayaan yang efektif,” kata Yulia Jaya Nirmawati.

Turut hadir pada kegiatan ini, Kepala Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tengah, Muhammad Tansri; Direktur Pemberdayaan Tanah Direktur Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Freddy A. Kolintama; serta Kepala Kantor Pertanahan se-Provinsi Sulawesi Tengah. (Rls/JM)

Share :

Baca Juga

News

Di Hadapan Hakim, Hamim Pou Tegaskan Bantuan Sosial untuk Masyarakat, Bukan Politik

News

DPC PJS Kota Dumai Resmi Terbentuk

News

Buka Konferensi Internasional Penilaian Dampak Sosial, Menteri AHY Tekankan Pengadaan Tanah Harus Utamakan Keadilan

News

Isi Kuliah Umum di STPN, Kepala BPSDM Kementerian ATR/BPN Tekankan Pentingnya Keberlanjutan dalam Tata Kelola Pertanahan

News

Mohamad Yusrianto Didaulat Ketua DPC PJS Gorontalo Utara

Kabupaten Pohuwato

Idah Syahidah: Aspirasi Kaum Perempuan Terwakili di Program SMS

News

Wakil Bupati Boalemo Temui Rachmat Gobel Bahas DAK Infrastruktur

News

Kementerian ATR/BPN Respons Pengaduan Masyarakat dalam RDP dan RDPU Komisi II DPR RI