Home / Parlemen

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:30 WITA

Umar Karim: 4.000 Hektare Lahan Sawit Tak Produktif, DPRD Desak Evaluasi HGU

Ketua Pansus Sawit DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim.

Ketua Pansus Sawit DPRD Provinsi Gorontalo, Umar Karim.

GORONTALO (JM) – DPRD Provinsi Gorontalo melalui Panitia Khusus (Pansus) Sawit mengungkap temuan serius terkait pengelolaan lahan oleh salah satu perusahaan besar di sektor perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah provinsi Gorontalo.

Dalam rapat kerja yang digelar Senin (14/7/2025) di ruang Dulohupa, Pansus menyatakan bahwa perusahaan tersebut menguasai sekitar 4.000 hektare lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang belum diusahakan sama sekali.

Ketua Pansus, Umar Karim, menyampaikan bahwa perusahaan mengakui adanya ribuan hektare lahan konsesi yang belum dimanfaatkan. Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip dasar pengelolaan HGU sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan dan diperkuat melalui Undang-Undang Cipta Kerja.

“Kami Pansus telah meminta keterangan dari perusahaan dan mereka membenarkan bahwa sekitar 4.000 hektare lahan belum diusahakan. Kami juga sudah meminta Dinas Pertanian dan dinas terkait untuk menelaah apakah ini berpotensi ditarik penguasaannya oleh pemerintah,” ujar Umar Karim usai rapat.

Lebih lanjut, Pansus juga menerima laporan dari masyarakat yang merasa tidak mendapatkan nilai manfaat dari lahan yang telah mereka serahkan ke perusahaan. Bahkan ada warga yang hanya menerima kompensasi sekali tanpa ada kelanjutan atau kejelasan hak atas kemitraan.

Pansus juga menyoroti ketidakpatuhan administratif perusahaan. Selama lebih dari 10 tahun beroperasi, perusahaan sawit tersebut disebut tidak pernah melaporkan perkembangan pemanfaatan lahan HGU ke Badan Pertanahan Nasional (BPN), sebuah kewajiban yang diatur dalam UU Perkebunan dan diperjelas kembali dalam UU Cipta Kerja.

“Di perundang-undangan yang berlaku, laporan pemanfaatan lahan HGU harus disampaikan secara berkala. Tapi faktanya, selama lebih dari 10 tahun, perusahaan tidak pernah melapor terkait penggunaan, pengelolaan HGU yang selama ini mereka garap,” tegas Umar.

Dengan temuan ini, DPRD Provinsi Gorontalo menilai sudah saatnya pemerintah mengevaluasi ulang praktik pengelolaan lahan oleh perusahaan sawit yang mengabaikan kewajiban hukum dan sosialnya.

Share :

Baca Juga

Parlemen

Pengesahan APBD Perubahan 2025 Molor, DPRD Boalemo Disorot Publik

News

Fraksi PKS Kembalikan Urusan Mustafa Yasin ke Jalur Etik DPRD dan Partai

Parlemen

SAH..!!! DPRD Provinsi Gorontalo Sahkan Ranperda Ketenagakerjaan

Parlemen

Hamzah Muslimin Serahkan Bantuan UEP dan PEKKA, Dorong Masyarakat Mandiri Secara Ekonomi

Parlemen

Lewat Reses, Ridwan Monoarfa Upayakan Suara Warga Pesisir Jadi Perhatian DPRD

Parlemen

DPRD Pohuwato Minta Pemerintah Segera Cairkan TPP 50 Persen ASN

Parlemen

Komisi IV DPRD Gorontalo Gelar Rapat Tindak Lanjut Tuntutan Mahasiswa Kesehatan

Parlemen

Ketua Nasir Giasi Tegaskan Bahwa DPRD Pohuwato Perjuangkan Insentif Imam dan Pegawai Syar’i