Home / News

Sabtu, 12 Februari 2022 - 08:49 WITA

Mendikbudristek Nadiem Makarim Luncurkan Kurikulum Merdeka

Mendikbudristek Nadiem Makarim

Mendikbudristek Nadiem Makarim

JAKARTA (JM) — Kurikulum Merdeka resmi diluncurkan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Kurikulim Merdeka ini,  merupakan eks kurikulum prototipe. Kurikulum ini diklaim Nadiem memiliki tiga keunggulan yang tak jauh berbeda dengan prototipe.

Salah satu keunggulan Kurikulum Merdeka yaitu tidak adanya program peminatan bagi siswa pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Siswa SMA kini bisa memilih mata pelajaran sesuai dengan minat dan aspirasinya di dua tahun terakhir sekolah.

“Dia tidak terkotak kotak kepada misalnya IPA atau IPS saja. Mereka bisa memilih sebagian IPA, materi pelajaran IPA, sebagian IPS,” kata Nadiem dalam ‘Peluncuran Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar’ secara daring, Jumat (11/2).

Dilansir dari CNNIndonesia.om, dia menjelaskan, guru akan diberikan hak untuk maju atau mundur di dalam suatu fase kurikulum dengan menyesuaikan tahap pencapaian dan perkembangan murid-murid.

“Karena guru itu terpaksa untuk terus maju tanpa emikirkan siapa yang ketinggalan. Jadi guru ini bisa memilih kalau misalnya guru itu merasa dia mau lebih cepat itu bisa, kalau guru itu merasa dia mau pelan-pelan sedikit untuk memastikan tidak ada [murid] yang ketinggalan juga bisa,” ujar Nadiem.

Sekolah juga nantinya bisa memilih untuk mengembangkan kurikulum mereka sesuai dengan karakteristik sekolah tersebut. Menurut Nadiem, kebebasan memilih ini membuktikan bahwa Kurikulum Merdeka tidak akan membelenggu otonomi sekolah.

“Jadinya level otonomi, level kemerdekaan, bagi sekolah, bagi guru, dan bagi peserta didik itu sangat tinggi. Ini bukan kurikulum yang ingin membelenggu sekolah-sekolah. Ini adalah kurikulum yang paling merdeka yang memberikan kemerdekaan kembali kepada sekolah, hak-hak memilih bagi murid, guru, dan sekolah,” ucapnya.

Selain kebebasan memilih, Kurikulum Merdeka juga memberikan pelaksanaan pembelajaran yang jauh lebih sederhana dan mendalam. Dalam Kurikulum Merdeka, materi ajar akan lebih ringkas sehingga memberikan waktu bagi para guru untuk mendalami materi.

“Bukan kelebaran daripada materi, tapi kedalaman yang menjadi fokusnya. Dan juga dibuat bahasa dari standar pencapaian pun jauh lebih mudah dimengerti,” terangnya.

Lebih jauh, Kurikulum Merdeka juga akan memfokuskan siswa pada pembelajaran berbasis proyek (project based). Dengan metode ini, siswa dituntut untuk lebih aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.

“Karena ini adalah skill-skill yang akan dibutuhkan anak itu pada saat dia keluar. Dia harus bisa bekerja secara kelompok. Dia harus bisa menghasilkan suatu hasil karya. Dia harus bisa berkolaborasi dan memikirkan hal-hal secara kreatif,” paparnya.

Kurikulum Merdeka rencananya mulai berlaku pada 2022-2023. Sekolah akan diberikan kebebasan untuk memilih opsi kurikulum sesuai dengan kesiapan masing-masing.

Opsi pertama, sekolah diperbolehkan menggunakan kurikulum 2013 bila belum merasa nyaman melakukan perubahan. Opsi kedua, sekolah diperkenankan memilih kurikulum darurat bila ingin melakukan transformasi namun belum siap dengan perubahan besar.

Kemudian opsi ketiga, sekolah diperbolehkan menggunakan Kurikulum Merdeka bila menginginkan dan siap dengan perubahan. (jm)

Share :

Baca Juga

News

Prita Kemal Gani : Perlunya Membangun Engagement dengan Media

News

Biro Humas Dorong Media Sosial Kementerian ATR/BPN di Pusat dan Daerah Jadi Sumber Informasi Utama bagi Masyarakat

News

Rozlan Salut Paslon SMS, Siapkan Generasi Emas di Era Kontemporer

News

Beri Arahan ke Jajaran Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Tengah, Bentuk Konsistensi Menteri Nusron Perbaiki Pelayanan bagi Masyarakat

Bisnis

Walikota Danny Pomanto Siap Gulirkan Program Ojol Day

News

Eksistensi Perhimpunan Jurnalis Siber Indonesia ‘Lahir’ Untuk Siapa?

News

Raihan Ariatama Terpilih Aklamasi Menjadi Ketum PB HMI Periode 2021-2023 

News

Apresiasi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas, Menteri AHY Ajak Peserta juga Bertanggungjawab pada Isu Dunia